Lebih dari 1.000 Jemaah Hadiri Kajian Salima: “Pakaian Penghuni Surga”

Dilihat 297 kali
Ustadz Rifky Jafar Thalib dari Malang memberikan tausiyah bertemakan "Pakaian Penghuni Surga" tersebut sukses menyedot perhatian lebih dari 1.000 jemaah.

BERITAMAGELANG.ID - Menjaga istiqomah iman di tengah gempuran fitnah akhir zaman menjadi pesan kunci dalam kajian Islam yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Sahabat Muslimah Muntilan (MT Salima). Acara yang menghadirkan Ustadz Rifky Jafar Thalib dari Malang ini digelar di Joglo Ngawen Dairy Farm, Muntilan, Selasa (28/4/2026).

Kajian dengan tema "Pakaian Penghuni Surga" tersebut sukses menyedot perhatian umat. Lebih dari 1.000 jemaah memadati area Joglo. Jemaah yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Muntilan dan Magelang saja, namun banyak pula yang datang jauh-jauh dari Yogyakarta hingga Klaten.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Rifky Jafar Thalib menekankan, "pakaian" yang dimaksud bukan sekadar kain yang melekat di tubuh, melainkan amalan dan karakter yang menghiasi jiwa seorang mukmin sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Ahzab ayat 35.

"Allah SWT telah menyiapkan ampunan atau magfirah dan ganjaran pahala yang besar bagi mereka yang mampu memenuhi kriteria penghuni surga," ujar Ustadz Rifky.

Beliau juga mengingatkan jemaah untuk senantiasa bersyukur.

"Orang yang ucapannya berpindah dari Alhamdulillah ke Alhamdulillah berikutnya, niscaya Allah akan menjadikan hidupnya bahagia," pesannya.

Ustadz Rifky juga mengutip QS. Al-Baqarah ayat 286 sebagai penguat bagi jemaah yang sedang menghadapi ujian hidup. 

Kehadiran Ustadz Rifky Jafar Thalib memberikan kesan bagi para peserta. Iin, seorang jemaah asal Delanggu, Klaten, mengungkapkan rasa syukur yang luar biasa karena dapat hadir langsung di lokasi.

"Saya sangat bersyukur bisa hadir di Kajian MT Salima hari ini dan menyaksikan langsung Ustadz Rifky memberikan materi. Demi mengikuti kajian ini, saya sudah berangkat dari Klaten sejak pukul 5 pagi," ungkap Iin dengan wajah bahagia.

Rasa syukur serupa juga disampaikan oleh Dwi Erawati, warga Secang. Ia merasa materi yang disampaikan sangat relevan dengan problematika umat saat ini, terutama mengenai naik turunnya iman.

"Saya mendapatkan pemahaman baru bahwa iman yang naik turun itu memang dialami oleh banyak orang. Melalui penjelasan Ustadz tadi, saya disadarkan bahwa kita harus banyak berdoa dan memiliki niat kuat untuk menjaga keimanan agar tidak terus merosot," tutur Dwi.

Sebagai penutup, Ustadz Rifky memberikan nasihat bagi jemaah untuk menjaga diri dari fitnah akhir zaman, salah satunya dengan tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Jemaah juga didorong untuk merutinkan shalat Witir sebelum tidur, shalat Dhuha, serta puasa tiga hari setiap bulan sebagai perisai diri.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar