Nitrya Baswara Puncak Peringatan Candi Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia

Dilihat 3261 kali
Pentas kesenian pada puncak acara Argya Abidhaya memperingati 32 tahun Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia

BERITAMAGELANG.ID-Puncak peringatan ditetapkannya Candi Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia yang ke-32, Museum dan Cagar Budaya (MCB) Warisan Dunia Borobudur menyelenggarakan Nitrya Baswara (pertunjukan yang berhiaskan cahaya) di Halaman Aksobya, Kompleks Candi Borobudur, Sabtu 09/12/2023.

Pertunjukan yang digelar untuk umum dan gratis ini juga menampilkan gelaran seni budaya dari berbagai kelompok seni baik dari Borobudur maupun beberapa kota lainnya.

Kepala Unit Candi Mendut, Candi Pawon, dan Kawasan Borobudur, Dian Eka Puspitasari dalam sambutannya menyampaikan bahwa Candi Borobudur yang mulai dieksporasi kembali pada tahun 1814 telah dipugar sebanyak 2 kali yakni tahun 1910 dan 1973. Pada tahun 1991 UNESCO menetapkan Kompleks Candi Borobudur sebagai Warisan Dunia yang terdiri dari dari Candi Borobudur, Candi Pawon, dan Candi Mendut.

"Pada peringatan tahun ini kita menyelenggarakan kegiatan Argya Abidhaya yang diselenggarakan didua lokasi yang berbeda yakni Pasar Mbuduran yang berisi potensi-potensi desa di Borobudur dan sekitarnya digelar di Lapangan Randu Alas Tuksongo 4-10 Desember 2023, dan puncak kegiatan Nitrya Baswara di Halaman Aksobya 9-10 Desember 2023," ungkap Dian.

Pertunjukan Nitrya Baswara diisi oleh sejumlah bintang tamu antara lain Prawiratama Indonesia, Anting Lambangsih, Vivi Fortuna, Latoya De Larasa, Endah Laras, Brayat Endah Laras, Trio Timus selain itu juga menampilkan sejumlah sanggar seni antara lain Sanggar Seni Laskar Menoreh (Desa Kembanglimus), Sanggar Seni Widjaya Kusuma (Temanggung), Pondok Seni Dika (Klaten), Sanggar Seni Ahmad Danom (Desa Karangre Jo), Sanggar Tari Mardhika (Purworejo), Smk N 1 Kasihan Bantul (Smki Jogja)

"Semoga kegiatan yang dilaksanakan bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat khususnya di Borobudur dan pertunjukan seni budaya yang disajikan bisa dinikmati masyarakat luas," pungkasnya.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang