BERITAMAGELANG.ID - Upaya pelestarian budaya Jawa terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Magelang melalui peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Hal ini ditandai dengan penyelenggaraan Upacara Wisudha Purnawiyata Pawiyatan Panatacara dan Pamedharsabda Permadani Magelang Bregada 49 dan 50 yang digelar di GOR Gemilang, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Kamis (18/6/2026).
Sebanyak 90 ASN resmi diwisuda setelah mengikuti pelatihan panatacara (pembawa acara adat) dan pamedharsabda (pembicara/pewarta dalam bahasa Jawa), sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul sekaligus berkarakter budaya.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut, khususnya DPD Permadani Kabupaten Magelang.
"Pawiyatan ini menjadi bukti nyata kiprah Pemerintah Kabupaten Magelang dalam menggali, mengembangkan, dan melestarikan budaya Jawa yang adiluhung," ujar Grengseng.
Ia menegaskan, kemampuan sebagai panatacara dan pamedharsabda bukan sekadar keterampilan berbicara di depan publik, melainkan mencerminkan nilai-nilai luhur budaya seperti tata krama, etika, serta karakter yang menjadi identitas bangsa. Menurutnya, ASN memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi yang baik, santun, dan berbudaya menjadi hal penting dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.
"ASN adalah abdi masyarakat, bukan pejabat yang harus dilayani. Mereka harus bekerja cepat, tepat, transparan, dan berintegritas, sesuai filosofi Jawa 'sepi ing pamrih, rame ing gawe'," kata Grengseng.
Lebih lanjut ia menambahkan, pelatihan ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Magelang, yakni mewujudkan daerah yang maju dengan tetap berakar pada budaya lokal.
Ketua DPD Permadani Kabupaten Magelang, Tri Wardoyo menjelaskan, kegiatan wisuda ini merupakan bagian dari program berkelanjutan dalam membina ASN agar memiliki kompetensi budaya, khususnya dalam penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar.
"Kehadiran para tamu tidak hanya sebagai saksi wisuda, tetapi juga sebagai bentuk dukungan dan doa agar Permadani terus berkembang dalam melestarikan budaya," ungkapnya.
Materi yang diberikan meliputi, kepermadanian, budi pekerti, dan tata acara, bahasa dan sastra Jawa serta teknik berbicara, tata busana Jawa, tembang, hingga praktik acara kedinasan.
Tri Wardoyo menambahkan, hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan. Nilai peserta yang semula rata-rata berada di angka 30,37 saat pretest meningkat menjadi 77,65 saat posttest.
"Ini menunjukkan adanya peningkatan kompetensi yang sangat baik, dengan kenaikan nilai mencapai 47,28 poin," jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini jumlah lulusan Permadani Kabupaten Magelang telah mencapai 3.007 orang, yang diharapkan mampu menjadi agen pelestari budaya di lingkungan masing-masing.

@kominfomagelang Bukan cuma admin medsos yang harus bisa bikin konten. 😎 Kontributor berita OPD juga perlu jago menulis, bercerita, dan mempublikasikan kinerja pemerintah agar informasi sampai ke masyarakat dengan jelas. Hari ini mereka belajar langsung di Kelas Belajar Humas #2. Karena kerja baik saja belum cukup… Kerja baik juga perlu dipublikasikan. ✨ #kelasbelajar #humas #magelang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar