BERITAMAGELANG.ID -- Bagi Adi Wibowo (25), warga Dusun Kembang, Desa Ngadipuro, Kecamatan Dukun, Kabupate Magelang, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan pengalaman yang sangat pahit. Namun, di PHK bukan berarti akhir untuk mendapatkan penghasilan.
"Saya termasuk korban PHK di perusahaan pembuatan sparepart di daerah Cikarang. Saat kena PHK, terasa pahit, tapi saya harus bangkit," ujar Adi Wibowo saat ditemui BERITAMAGELANG.ID, di rumahnya, Senin (21/9-2020).
Setelah di PHK, kemudian pulang kampung untuk membuat usaha peternakan madu. Sudah dua tahun menekuni profesi menggembala lebah untuk diambil madunya. Hasilnya lumayan, karena bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
"Awalnya, saya menggeluti usaha ternak lebah, karena menjadi salah satu korban PHK di perusahan sparepart di daerah Cikarang, dan saya harus bangkit," ujarnya.
Pekerjaan berternak madu, awal mulanya sakit hati merasa terpuruk, demi menghidupi dirinya dan istri (Yolla Arwiya). Kemudian, dia belajar mengelola madu di tempat saudara di daerah Ambarawa.
Selama dua tahun belajar ternak madu, sekarang sudah bisa mengolah madu, memanen, memproduksi dan memasarkan hasil madunya sendiri. "Saya berani jamin kemurnian madu produksinya. Kalau tidak murni efeknya tidak akan maksimal," ujarnya.
Agar kualitas dan hasil madu lebih baik, maka dia menggembala sendiri dan menyadap madunya sendiri di Klero Poncol Salatiga. Beberapa hari sebelumnya, dia sudah memanen madu yang dihasilkan koloni lebah madu tersebut, sehingga harus mengembalikan kembali koloni-koloni tersebut.
Pengalaman pahit di PHK tersebut mendorongnya dan memicu untuk menggembala lebah madu sendiri, agar menghasilkan madu berkualitas tinggi dan murni. Jenis lebah madu yang dipelihara, adalah lebah lokal dan klanceng.
Sedangkan modal untuk mendapatkan lebah tersebut, tinggal mengambil di alam dan kemudian diadopsi di dalam kotak kayu berongga. "Memang, tidak mudah untuk menghasilkan madu berkualitas, karena harus memperhatikan lingkungan sekitar," ujarnya.
Karena madu asli harus dihasilkan dari lebah yang mengambil sari bunga asli dan bukan dari gula atau glukosa buatan. Dari koloni lebah tersebut, sekitar dua bulan selama musim bunga hanya bisa menghasilkan sekitar 5 liter madu murni.
Hasil madu tersebut, dijual paling murah Rp 130,000 untuk 800 mililiter. Banyak madu yang di produksi, ada kembang randu, madu kopi, multi karet, kembang resede, sono keling sengon dan manga.
"Untuk menjual hasil madunya, saya memasarkan sendiri melalui media online," tambahnya. (Farel)
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar