BERITAMAGELANG.ID - SD Negeri Tamanagung III Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menjadi sekolah Pelangi. Konsepnya, memberikan pembelajaran kepada siswa dengan semangat peduli lingkungan, termasuk kurikulum bahasa Jawa dan menggunakan seragam pakaian adat tradisional Jawa Tengah.
"Kami menanamkan kepedulian kepada para siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah," kata Kepala Sekolah, Umar Harjani, Senin (30/04).
Menurut Umar, predikat sekolah pelangi bagi SDN III Tamanagung, sudah dikukuhkan oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin (saat ini sedang masa cuti Pilkada) beberapa waktu lalu, atas prakarsa komite sekolah yang memang berlatar belakang profesi berbeda-beda, ada yang berprofesi sebagai dokter, dosen, ASN, dan TNI Polri.
"Maka dengan sekolah pelangi ini, diharapkan mampu membangkitkan semangat para siswa untuk belajar dan peduli terhadap lingkungan," lanjut Umar.
Dalam proses belajar mengajar antara guru dan siswa, selain menggunakan bahasa Indonesia, juga diajarkan menggunakan bahasa Jawa. Tujuannya, supaya anak-anak tetap mengetahui dan paham bahasa nenek moyang kita.
"Khusus untuk hari Jumat, anak-anak diharuskan menggunakan pakaian adat tradisional Jawa Tengah. Bahkan, tidak kalah menariknya, para siswa-siswi juga diajarkan kesenian tradisional, termasuk kesenian penjamu tamu," tutupnya.
@kominfomagelang Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.
♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar