Sapu Pilah Olah Sampah Wujud Nyata Aksi Janaka SMPN 2 Borobudur

Dilihat 43 kali
Keterangan foto:Aksi nyata siswa/siswi SMP N 2 Borobudur menyapu, memilah, dan mengolah sampah dalam Aksi Janaka SMPN 2 Borobudur.

BERITAMAGELANG.ID - Program Bupati Magelang untuk menjaga lingkungan dan melestarikan alam melalui kegiatan bertajuk Aksi Janaka (Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata), menjadi penguat pendidikan lingkungan bagi siswa/siswi di SMP Negeri 2 Borobudur. Salah satu kegiatannya, membuat kompos dari sampah organik yang ada di lingkungan sekolah, Senin (6/7/2026).

Kegiatannya adalah pelatihan dan praktik pembuatan kompos, dipandu Atik Pratiwi pegiat lingkungan  dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang. Peserta terdiri dari murid, guru dan karyawan SMP Negeri 2 Borobudur.
Mereka sangat antusias dalam mempraktikkan pembuatan kompos, dan banyak pertanyaan yang diajukan kepada narasumber.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Borobudur, Ahyar mengatakan terima kasih atas bantuan tempat sampah berpilah dari CSR SPG Ngadiharjo, dan bantuan drum composer dari DLH Kabupaten Magelang. Bantuan alat-alat tersebut, sangat membantu tujuan sekolah 'Berserih' (bersih, sehat, rindang dan hijau), 

"Lingkungan sekolah zero sampah dengan slogan go green, go clean," ujarnya.

Praktisi lingkungan dari DLH Kabupaten Magelang, Atik Pratiwi menerangkan, kegiatan diawali dengan pemilahan sampah dari hasil penyapuan di halaman sekolah, kemudian sampah dipilah-pilah yang terdiri sampah organik dan sampah non organik. Sampah organik terdiri dari daun yang dipotong-potong kecil, dicampur dan disemprot dengan EM4 dan molase, dilarutkan dengan air sampai dedaunan terlihat basah.

"Setelah sampah organik dari dedaunan dimasukkan ke dalam composer, kemudian dikasih cairan dan cukup basah di dalam drum composer yang merupakan bantuan dari  DLH ditutup rapat, dan ditunggu hingga kurang lebih tiga minggu, baru bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman," ujar Atik.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari mengatakan, inovasi Aksi Janaka menuju sekolah Adiwiyata, sebagai langkah strategis untuk memperluas penerapan sekolah berbudaya lingkungan melalui kolaborasi berbagai pihak.

"Persoalan lingkungan hidup, menjadi tantangan besar yang dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia," ungkapnya.

Program Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata (Aksi Janaka), secara resmi sudah dilaunching Bupati Magelang Grengseng Pamuji, sebagai upaya mempercepat pelaksanaan Program Sekolah/Madrasah Adiwiyata di Kabupaten Magelang. Peluncuran dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, di Balkondes Ngadiharjo.

Salah satu langkah efektif membangun kesadaran lingkungan adalah melalui Program Sekolah/Madrasah Adiwiyata.

"Program tersebut bertujuan membentuk sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan melibatkan seluruh warga sekolah dalam berbagai aktivitas pelestarian lingkungan, melalui Aksi Janaka," pungkasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

FORKAB Kabupaten Magelang 2026 resmi dibuka! Semangat sportivitas, kebersamaan memenuhi GOR Pakubumi, Sabtu (4/7/2926). Di balik serunya pertandingan, ajang ini juga menjadi seleksi bagi para pegiat olahraga masyarakat terbaik Kabupaten Magelang untuk melaju ke Festival Olahraga Daerah (FORDA) Jawa Tengah hingga Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS). 💪✨

♬ original sound - kominfomagelang