Stupa Candi Borobudur Tertutup Terpaulin Aneka Warna

Dilihat 4742 kali
Foto Candi Borobudur ditutup terpaulin untuk mengantisipasi hujan abu vulkanik Merapi (Foto: BKB-Pesma)

BERITAMAGELANG.ID - Proses penutupan stupa Candi Borobudur di Kabupaten Magelang dengan terpaulin masih berlanjut. Penutupan ini dilakukan mengantisipasi terjadinya hujan abu dari erupsi Gunung Merapi.

Stupa Candi Borobudur yang sudah ditutupi terpaulin berada di lantai 8 dan 9. Di lantai 8 ada 32 stupa, kemudian di lantai 9 ada 24 stupa candi. Dengan demikian berdasar pantauan, totalnya sebanyak 56 stupa Candi Borobudur yang sudah ditutupi dengan terpaulin.

Penutupan terpaulin juga dilakukan pada lantai di lorong 3, 4, 5 dan 6 dengan warna beragam. Lorong yang ditutupi ini pada saat siang hari memantulkan sinar di dinding candi dengan warna berbeda.

Alasan penutupan di lorong ini karena terdapat saluran air atau drainase. Dikhawatirkan jika abu masuk di saluran air, semakin sulit dibersihkan. Demikian di stupa candi itu, ada lubang-lubang yang jika abu masuk sulit dibersihkan.

Pamong Budaya Ahli Madya Balai Konservasi Borobudur (BKB) Yudi Suhartono mengatakan upaya tersebut sebagai kesiapan BKB meminimalisasi dampak bahaya abu vulkanik terhadap candi. Salah satunya adalah pada saluran drainase dan pelapukan batunya.

"Selain mencegah pelapukan batu karena di bawah ada saluran drainase yang harus kita lindungi," kata Yudi saat ditemui Selasa (24/11/2020).

Penutupan stupa dan lorong dengan terpaulin, kata dia, belajar dari pengalaman Merapi 2010 dan Kelud 2014 yang meletus mengeluarkan abu vulkanik sampai Candi Borobudur. Saat itu abu vulkanik memiliki pH 3-4, itu asam. Ketika pH asam itu kena batu, dia akan mengalami kerusakan batu.

"Batu akan menjadi lapuk kalau dibiarkan terus menerus. Pengalaman itu yang membuat kita melaksanakan ini," kata Yudi.

Upaya penutupan ini dilakukan, lanjutnya, akan memudahkan proses pembersihan. Sedangkan saat erupsi Merapi 2010, pembersihan sulit sekali hingga membongkar batu lantai untuk membersihkan drainase.

"Pengalaman 2010 setengah mati kita membersihkannya. Membongkar batu lantai membersihkan drainase," bebernya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang