BERITAMAGELANG.ID - Program renovasi gerai dalam rangka pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, sangat membantu warga yang bergerak di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Salah satu pelaku UMKM di Dusun Ngaran Desa Borobudur, Wanto, yang sudah sejak lima tahun lalu berjualan Tempe Mendoan Jumbo, merasakan manfaat program tersebut. Warung sederhana miliknya kini telah dibangun lebih menarik dengan konsep Jawa modern.
"Alhamdulillah sejak selesai pembangunan renovasi gerai pada akhir tahun lalu, warung saya menjadi semakin menarik tampilannya. Sehingga pembeli Tempe Mendoan Jumbo bertambah," ucap Wanto, Minggu (30/5/2021).
Meskipun masih dalam masa pandemi Covid 19, dan hal itu mempengaruhi kunjungan pariwisata di Kawasan Wisata Borobudur. UMKM yang dijalankan Wanto tetap dikunjungi pembeli, yang sebagian besar adalah goweser atau pesepeda, yang tak jarang berfoto di depan warung milik Wanto.
"Karena desainnya menarik, sehingga pembeli kerap berfoto di depan warung, termasuk pesepeda.
Untuk desain memang saya serahkan kepada Tim KSPN, mereka mempunyai desain sendiri yang disesuaikan dengan kawasan wisata, sehingga desainnya unik tanpa meninggalkan unsur Jawa," papar Wanto.
Wanto tidak sendiri menerima batuan dari KSPN, beberapa warga yang lain di Dusun Ngaran juga mendapat bantuan, namun dengan fungsi yang berbeda mulai dari gerai, homestay dan koridor.
"Bantuan yang saya terima dari KSPN sebesar Rp99.800.000, dalam bentuk barang bahan bangunan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan desain.
Adapun untuk perabotan mulai dari tempat duduk dan meja saya beli sendiri," ungkap Wanto.
Untuk harga Tempe Mendoan Jumbo satu porsi seharga Rp10.000, mendapat tiga potong Tempe Mendoan dengan ukuran jumbo, yang dapat dinikmati dengan sambal kecap manis.
"Bahan baku tempe saya ambil langsung dari Kebumen, yang memang rasa dan teksturnya asli Tempe Mendoan.
Dengan harga yang terjangkau, memang bertujuan untuk semua kalangan, tidak hanya wisatawan saja," jelas Wanto.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar