Lereng Merapi Diselimuti Kabut Tebal

Dilihat 3038 kali
Kabut tebal lereng Merapi wilayah Kaliurang Srumbung Kabupaten Magelang, Sabtu (27/7).

BERITAMAGELANG.ID - Kabut tebal menyelimuti pemukiman lereng Gunung Merapi Kabupaten Magelang, Sabtu (27/7). 


Fenomena kabut tebal itu jarang terjadi, diduga pengaruh musim kemarau.


"Dua hari ini kabutnya tebal di pagi hari, biasanya tidak," kata salah satu warga Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung, Fery.


Kabut tebal, atau biasa disebut 'pedut' itu, akan pudar seiring terbitnya matahari. Meski demikian suhu udara di seputar desa tertinggi di lereng Merapi ini cenderung stabil.


"Nanti hilang saat ada matahari, tapi hawa (suhu udara) tidak terlalu dingin seperti sebelumnya," tutur Fery.


Munculnya kabut tebal itu membuat jarak pandang pengendara terbatas. Warga yang melintas di jalur alternatif Srumbung Magelang-Turi Sleman terpaksa mengurangi laju kecepatan dan menyalakan lampu kendaraannya.


Berdasar pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jumat (26/7) pukul 18:00-24:00 WIB, cuaca seputar Gunung Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur. Suhu udara 15-20°C, dengan kelembaban dan tekanan udara relatif normal. 


Visual Gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu juga tertutup kabut tipis hingga dominasi tebal. Asap kawah juga tidak teramati dari pos-pos pengamatan Merapi.


Dari CCTV teramati 1 kali guguran lava ke Hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 1.000 meter.


BPPTKG juga mencatat terjadi 6 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-60 mm, durasi 27.52-100.64 detik. Kemudian 1 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2 mm.


Gunung yang berada di Kabupaten Sleman DIY, Magelang, Boyolali, Klaten, Jawa Tengah itu masih berstatus Waspada dengan jarak aman 3 km dari puncaknya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar