Musim Hujan, BPBD Imbau Masyarakat Waspadai Tanah Longsor dan Angin Kencang

Dilihat 2875 kali
Upaya penanganan bencana oleh BPBD Kabupaten Magelang yang perlu diwaspadai masyarakat di musim hujan kali ini.

BERITAMAGELANG.ID - Memasuki musim penghujan, bencana tanah longsor dan angin kencang masih mendominasi musibah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Untuk mengantisipasinya, selain memetakan daerah rawan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang juga mengaktifkan Organisasi Penanggulangan Risiko Bencana (OPRB) yang tersebar di semua desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Drs. Edy Susanto, Senin (12/11) menuturkan, ancaman bencana yang bersumber dari hidrometrologi di Kabupaten Magelang sangat beragam.

"Musim hujan terutama didominasi oleh tanah longsor, kemudian hujan lebat yang dapat memicu terjadinya banjir bandang yang berdampak kerusakan rumah, baik ringan, sedang, maupun berat," jelasnya.

Edy menambahkan, potensi ancaman tanah longsor dan angin kencang ada di kawasan perbukitan, seperti di lereng Gunung Menoreh Sumbing, Merapi dan Merbabu.

"Tanah bergerak atau longsor berpotensi terjadi di sepanjang lereng pegunungan. Menghadapi kondisi cuaca seperti saat ini, BPBD mengimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi bencana semakin meningkat di musim penghujan," imbuhnya.

Untuk mengantisipasi semua itu pihak BPBD Kabupaten Magelang menyiapkan personil relawan bersama masyarakat di semua wilayah.

"Selain memetakan daerah rawan bencana, kita juga mengaktifkan kembali Organisasi Penanggulangan Risiko Bencana (OPRB) di semua desa. Karena melalui penggerakan OPRB maka kesiapsiagaan desa dapat meningkat," lanjutnya.

Beberapa daerah yang masuk dalam peta rawan bencana tanah longsor di Kabupaten Magelang antara lain berada di Kecamatan Kaliangkrik, Windusari, Bandongan, Borobudur, Salaman, Secang, Kajoran, Ngablak, Sawangan dan Grabag. 

BPBD Kabupaten Magelang juga telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah untuk informasi potensi curah hujan. Hal itu sebagai salah satu upaya mengantisipasi dampak cuaca ekstrim dan peningkatan curah hujan.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang