BPBD: Penanganan Bencana Butuh Sinergi Pentahelix

Dilihat 1198 kali
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono, saat membuka rakor pengurangan risiko bencana menghadapi musim penghujan

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menggelar Rapat Koordinasi Pengurangan Risiko Bencana menghadapi musim penghujan tahun 2023/2024 yang dilaksanakan di Pendopo BPBD Kabupaten Magelang, Selasa (21/11/2023).

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menyampaikan kondisi geografis Kabupaten Magelang yang dikelilingi oleh pegunungan dan perbukitan akan sangat berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi pada saat musim penghujan seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

 

"Pada tahun 2022 lalu jumlah kejadian di Kabupaten Magelang mencapai 672 kejadian yang didominasi tanah longsor dan angin kencang. Sedangkan pada tahun ini, sampai dengan November 2023 kejadian bencana sudah 381 kejadian," ujar Edi.

 

Melihat kondisi tersebut, sinergi pentahelix yang melibatkan semua pihak penting dilakukan, mulai dari Pemerintah, dunia usaha, media masa, akademisi, dan masyarakat.


"Sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara tepat, terarah dan terkoordinir," tambahnya.


Adapun program yang telah dilakukan oleh BPBD dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat seperti dilaksanakan kegiatan mitigasi bencana, penanganan darurat bencana hingga pasca bencana.

 

"Pemasangan alat deteksi dini Early Warning System (EWS) longsor telah dilaksanakan di 38 titik lokasi dan pemasangan rambu di daerah rawan longsor. Selain itu pembentukan desa tangguh bencana serta gladi posko dan lapangan juga telah dilaksanakan," pungkasnya.


Narasumber dari Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Zauyik Nana Ruslana, memperkirakan awal musim hujan umumnya mulai terjadi pada November 2023 atau umumnya pertengahan dan akhir November 2023.


"Puncak musim hujan umumnya diprakirakan terjadi pada bulan Februari 2024 dengan sifat musim hujan umumnya normal," ujar Zauyik.


Zauyik berpesan, dengan adanya perkiraan awal musim hujan, masyarakat diminta waspada akan bencana hidrometeorologi yang kemungkinan terjadi. Terutama pada daerah yang rawan terjadi banjir dan tanah longsor.

 

"Kemungkinan dampak musim hujan terutama pada puncak musim hujan biasanya terjadi banjir atau banjir bandang karena sistem drainase tidak memadai, atau tanah longsor di daerah dataran tinggi," ungkapnya.

 

Pada rakor yang dihadiri oleh berbagi elemen seperti TNI, POLRI, OPD terkait penanggulangan bencana, unsur relawan dan TRC Kecamatan diharapkan bisa melaksanakan peran dan tugas fungsinya dalam rangka pengurangan risiko bencana pada musim hujan tahun 2023/2024.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar