Bupati Berharap Jembatan "Indiana Jones" Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dilihat 2622 kali
Bupati Magelang Zaenal arifin mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau jembatan Ngembik yang melintasi sungai Progo, Senin (8/5/2023)
BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, lahan di Dusun Guntur Desa Rejosari Kecamatan Bandongan sudah dibebaskan seluas 2,5 km, untuk kepentingan pembangunan jembatan yang menghubungkan lokasi itu dengan kampung Ngembik, Kramat Utara Kota Magelang. Pembebasan lahan sudah selesai sejak 2016.

"Sudah clear sejak tahun 2016 lalu. Pembangunan jembatan melibatkan tiga wilayah, yakni Pemkab dan Pemkot Magelang serta pemerintah provinsi Jateng," ujar Bupati di sela-sela mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau jembatan yang acap dinamai jembatan "Indiana Jones", Senin (8/5/2023).

Bupati menjelaskan, Pemkab Magelang akan mengurusi wilayah barat sungai Progo, Pemkot di wilayah timur dan pemprov Jateng di tengah-tengah.

"Ini bentuk gotong royong, spirit kebersamaan, spirit Pancasila yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Magelang," lanjutnya.

Diakuinya, karena melibatkan tiga wilayah, maka harus ada komunikasi untuk bisa bertemu bersama.

"InsyaAlloh, hadirnya gubernur di sini sebagai tanda baik untuk masyarakat," imbuhnya.

Bupati juga berterima kasih kepada keluarga Pak Sucipto yang telah membangun jembatan gantung dan sampai saat ini masih berfungsi.

"Tentu amal jariyah yang luar biasa yang beliau lakukan sampai hari ini. Namun karena mengingat kepentingan makin besar terutama arus lalu lintasnya, maka jembatan ini butuh peningkatan," katanya.

Apalagi di sebelah atas akan dibangun TPST Regional, sehingga butuh mobilitas. Ia berharap jembatan yang akan dibangun ini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan, jembatan gantung kayu ini akan dibangun tahun 2024, dengan anggaran Rp48 miliar.

"Kalau dibangun semakin bagus biar bisa dilewati kendaraan besar. Selama ini kan baru pejalan kaki dan sepeda motor," katanya.

Menurut rencana, lebar dari jembatan ini 7 meter dengan panjang 100 meter. Gubernur bahkan berinisiatif, jembatan ini diberi nama jembatan Sucipto sesuai dengan nama pendirinya.

"Ternyata dalam sejarahnya, Pak Cipto itu prihatin karena dulu warga naik gethek untuk menyeberang dan selalu ada korban, maka dia membangun jembatan. Bilamana perlu nanti nama jembatan diberi nama Sucipto," ujarnya. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang