Jelang Lebaran, Pemkab Magelang Pastikan Komoditas Aman dan Harga Stabil

Dilihat 40 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri 1447 Hijriah dengan aman dan nyaman. Hal itu disampaikan Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, dalam rapat koordinasi terpadu persiapan Lebaran, di pendopo Sekda Kabupaten Magelang, Rabu (11/3). 

Grengseng menegaskan, pemerintah memiliki komitmen untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat selama perayaan Idulfitri. Terlebih, masa cuti bersama Lebaran tahun ini cukup panjang sehingga berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat.

"Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB, cuti bersama Lebaran tahun ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 18 Maret sampai 24 Maret 2026," ujar Grengseng.

Ia mengatakan momentum tersebut biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga maupun melakukan perjalanan mudik. Karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat sinergi agar berbagai tantangan selama masa libur dapat diantisipasi.

Menurutnya, melalui rapat koordinasi tersebut seluruh unsur pemerintah, baik sipil maupun militer, harus mampu bekerja sebagai satu tim tanpa mengedepankan ego sektoral.

"Idulfitri dan segala tantangannya tidak akan bisa kita hadapi jika kita berjalan sendiri-sendiri. Mulai hari ini kita adalah satu tim," tegasnya.

Grengseng juga menilai koordinasi yang baik akan menjadi modal penting dalam menghadapi arus mudik sekaligus potensi peningkatan kunjungan wisata di Kabupaten Magelang selama masa libur lebaran.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Wiryanto menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pengendalian inflasi dan stabilitas harga bahan pokok.

"Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran toko pengendali di pasar untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang," ujar Sekda.

Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan Perum Bulog serta instansi terkait lainnya.

"Ini dilakukan agar stabilitas harga dan stok barang di pasar tetap terjaga sehingga inflasi daerah bisa dikendalikan," jelasnya.

Selain itu, Pemkab Magelang juga menyiapkan operasi pasar tambahan melalui program pasar murah dan Gerakan Pangan Murah di sejumlah kecamatan.

"Kami melaksanakan operasi pasar tambahan atau pasar murah bersama instansi terkait di beberapa titik kecamatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah," ungkap Adi.

Pengawasan distribusi bahan pokok juga diperketat melalui inspeksi mendadak ke gudang dan pasar untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga.

"Kami juga melakukan sidak bersama Satgas Pangan untuk memastikan tidak ada gudang atau toko yang menahan barang yang bisa menyebabkan harga naik," tegasnya.

Untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, pemerintah daerah juga memberikan dukungan biaya transportasi kepada pelaku UMKM agar komoditas yang dijual dalam pasar murah bisa lebih murah dibandingkan harga pasar.

Dalam menghadapi arus mudik dan meningkatnya aktivitas masyarakat selama libur lebaran, Pemkab Magelang juga menyiapkan posko terpadu yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. 

Posko tersebut dipindahkan dari lokasi sebelumnya di Taman Anggrek ke kawasan Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur Magelang agar lebih representatif dan mudah diakses oleh pemudik maupun wisatawan.

"Lokasinya kita geser ke MAJT karena tempatnya lebih representatif dan bisa menjadi titik berkumpul pemudik maupun wisatawan. Di sana semua stakeholder terlibat," pungkasnya.

Rapat koordinasi terpadu persiapan lebaran ini juga dihadiri oleh segenap jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang dan Forkopimcam dan kepala desa.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar