Bupati Magelang Berangkatkan Pemudik Kembali ke Jakarta

Dilihat 23 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu mobilitas warganya dengan melepas program Balik Rantau Gratis bagi masyarakat yang akan kembali ke wilayah Jabodetabek usai merayakan Lebaran di kampung halaman.

Kegiatan pelepasan tersebut dilakukan di halaman parkir MAJT ( Masjid Agung Jawa Tengah) An-Nuur, Sabtu (28/4), dan dipimpin langsung oleh Bupati Magelang, Grengseng Pamuji.

Grengseng mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan para perantau, khususnya dalam menghadapi lonjakan biaya transportasi selama musim Lebaran.

"Harapan saya, bantuan dan fasilitasi armada Mudik Gratis dan Balik Rantau Gratis ini dapat membantu meringankan, mempermudah, serta memperlancar saudara-saudara kita dalam perjalanan mudik maupun kembali ke perantauan," ujar Grengseng.

Program ini telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Magelang setiap tahun. Namun, pada tahun ini terdapat pengembangan signifikan, yakni tidak hanya menyediakan fasilitas mudik gratis, tetapi juga layanan balik rantau gratis.

Menurut bupati, inovasi ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini sering kali kesulitan mendapatkan transportasi dengan harga terjangkau saat arus balik.

"Biasanya kita hanya fokus pada mudik, tetapi kali ini kita juga fasilitasi balik rantau. Ini menjadi langkah pengembangan agar manfaatnya lebih luas dirasakan masyarakat," kata Grengseng. 

Ia juga membuka peluang penambahan armada pada tahun-tahun mendatang, dengan mempertimbangkan tingkat minat masyarakat serta kemampuan anggaran daerah.

"Untuk tahun depan, jika ada penambahan armada bus, kita akan melihat kondisi ke depan. Kami juga akan berkomunikasi dengan para perantau. Jika banyak yang berminat, tentu akan kita sesuaikan dengan anggaran pemda yang tersedia," tambah Grengseng. 

Menurutnya, Program Mudik Gratis dan Balik Rantau Gratis ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memperkuat konektivitas sosial antara perantau dan kampung halaman. Pemerintah daerah berharap, program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di masa mendatang.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Paseduluran Magelang, Marsahid mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi.

Ia menyebutkan, pada arus mudik dari Jabodetabek menuju Magelang, terdapat lima armada bus yang mengangkut sekitar 250 peserta. Sedangkan untuk arus balik dari Magelang menuju Jabodetabek, disediakan dua armada bus dengan jumlah sekitar 100 peserta.

"Program ini sangat membantu masyarakat, khususnya warga Magelang yang merantau di Jabodetabek. Mereka bisa pulang kampung dan kembali bekerja tanpa harus memikirkan biaya tiket yang biasanya melonjak saat Lebaran," katanya.

Marsahid menambahkan, tingginya harga tiket transportasi umum saat musim mudik dan arus balik kerap menjadi beban tersendiri bagi para perantau. Oleh karena itu, kehadiran program ini dinilai sebagai solusi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya.

"Tanpa program ini, banyak perantau harus mengeluarkan biaya besar untuk tiket. Dengan adanya fasilitas gratis ini, mereka bisa menghemat pengeluaran," kata Marsahid.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar