Bupati Magelang Lantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Dilihat 73 kali

BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang Grengseng Pamuji melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang di Pendopo drh. Soepardi, kompleks Setda Kabupaten Magelang, Rabu (18/2). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola birokrasi berbasis kompetensi, sistem merit, serta percepatan transformasi kinerja aparatur sipil negara.

Pelantikan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Magelang Nomor 180.182/12/22/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan pimpinan tinggi pratama. Kebijakan ini merujuk pada hasil akhir uji kompetensi yang tertuang dalam Berita Acara Nomor 070/Uji Kom-PPTP/MGL/10/2025 tanggal 5 Oktober 2025, serta rekomendasi Badan Kepegawaian Negara melalui Surat Nomor 10082/R-AK.02.03/SD/F/2026 tanggal 13 Februari 2026.

Dalam keputusan tersebut, pemerintah daerah memberhentikan dengan hormat sejumlah pejabat dari jabatan sebelumnya disertai ucapan terima kasih atas pengabdian mereka, sekaligus mengangkat pejabat baru sesuai hasil uji kompetensi. Keputusan berlaku sejak tanggal pelantikan, dengan ketentuan akan dilakukan perbaikan apabila di kemudian hari ditemukan kekeliruan administratif.

Pejabat yang dilantik yakni:

1. Slamet Ahmad Husen, S.E., M.M. sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan 

2. Drs. Wisnu Argo Budiono, M.M. sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

3. Bella Pinarsi, S.H., M.M. sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat

4. Sarifudin, S.H. sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran

5. Edi Wasono, S.H. sebagai Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah

6. Aziz Amin Mujahidin, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

7. Iwan Sutiarso, S.Sos., M.Si. sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika

8. M. Taufik, S.H., M.H. sebagai Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

9. Nanda Cahyadi Pribadi, AP., M.Si. sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah

10. Labaika Nugroho, S.STP., M.M. sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

11. Budi Daryanto, S.STP., M.Si. sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

12. Gunawan Yudi Nugroho, S.STP., M.M. sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

13. M. Taufik Hidayat Yahya, S.STP., M.Si. sebagai Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

14. Bambang Hermanto, S.STP. M.Si sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah. 

Bupati Magelang Grengseng Pamuji dalam sambutannya menegaskan, mutasi jabatan bukan sekadar rotasi administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah. Ia menekankan pentingnya kompetensi dan sistem merit dalam setiap penempatan jabatan.

"Penempatan jabatan hari ini kami upayakan berlandaskan kompetensi dan meritokrasi. Potensi menjadi prioritas dalam menentukan posisi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang," kata Grengseng.

Menurutnya, proses penataan jabatan telah melalui assessment dan pertimbangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Hasilnya diharapkan menjadi pijakan dalam mendorong transformasi birokrasi yang lebih adaptif dan berdampak bagi masyarakat.

Ia juga meminta para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi di lingkungan kerja masing-masing dan mengidentifikasi persoalan yang ada di sektor tugasnya. Penyusunan rencana aksi daerah menjadi langkah awal untuk memastikan program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kunci pemerintahan Kabupaten Magelang ke depan adalah kolaborasi. Tidak ada OPD paling unggul. Semua target hanya bisa dicapai jika seluruh komponen bekerja bersama," pungkasnya.

Grengseng menambahkan, kinerja birokrasi ke depan harus berbasis data yang akurat agar capaian pembangunan dapat terukur secara nyata. Ia menilai masyarakat kini menunggu dampak langsung dari program pemerintah, bukan sekadar target administratif.

Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan organisasi sekaligus upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif terhadap tantangan pembangunan. Pemerintah Kabupaten Magelang menargetkan kolaborasi lintas perangkat daerah mampu mempercepat realisasi program prioritas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar