Dekranasda Kabupaten Magelang Dampingi Perajin Produksi Sandal Upanat

Dilihat 930 kali
Seorang Perajin Sandal Upanat menunjukan sandal hasil produksinya yang siap diperiksa kualitasnya di Bumdesma Borobudur.

BERITAMAGELANG.ID - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Magelang, turut berperan dalam membimbing perajin untuk memproduksi Sandal Upanat Borobudur.


Tujuan pemakaian Sandal Upanat, adalah sebagai alas kaki khusus untuk pengunjung Candi Borobudur, untuk mengurangi gesekan dan korosi lantai Candi Borobudur, yang merupakan hasil analisis Balai Konservasi Borobudur.


Sandal Upanat sendiri terinspirasi dari relief Karmawibangga nomor panel 150, Candi Borobudur. Persembahan alas kaki yang berbentuk seperti sandal.


Kabid Industri pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Magelang, Widi Astuti, mengatakan, tidak hanya perajin di wilayah Kecamatan Borobudur saja yang memproduksi Sandal Upanat, namun juga dari kecamatan lainnya.


"Penrajin dari Kecamatan Mertoyudan, Muntilan dan Ngluwar, yang dulu pernah dilatih produksi Sandal Upanat, saat ini sudah mulai produksi.


Meskipun porsinya masih besar penrajin dari wilayah Kecamatan Borobudur. Untuk kecamatan lainnya saat ini juga masih proses, karena saat pelatihan pembuatan Sandal Upanat, semua perajin dari semua kecamatan turut serta," ucap Widi, Kamis (10/8/2023) saat diwawancarai di ruang kerjanya.


Widi mengatakan, dalam proses produksi Sandal Upanat, kualitas produk sangat diutamakan, dengan dilakukan Quality Control dengan ketat, oleh Bundesma Borobudur dan Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB). Dikarenakan sandal tersebut harus aman dan nyaman saat dipakai.


"Jangan sampai saat dipakai malah melukai kaki atau tersandung dan hal-hal lainnya. Sehingga kualitas harus diseragamkan. Mulai dari paten model, bahan, kualitas, persisi produk dan lain-lain. Jadi semua produk itu sama atau standar secara kualitas meskipun dari perajin yang berbeda," jelas Widi.


Terkait dengan teknis distribusi Sandal Upanat, setelah diproduksi oleh pengerajin kemudian dikirim ke Bundesma untuk diperiksa standar kualitasnya, termasuk TWCB juga melakukan tes kualitas. 


"Jadi Sandal Upanat tidak hanya sebagai sekedar sandal saja dan souvernir, tetapi merupakan sandal yang aman dan berkualitas," papar Widi.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar