Desa Polengan Srumbung Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Mata Rantai Usaha Bersama

Dilihat 165 kali
Kandang ayam petelur salah satu usaha BUMDes Polengan dalam mendukung ketahanan pangan.

BERITAMAGELANG.ID - Sebuah desa di lereng barat Gunung Merapi sukses mengembangkan sejumlah usaha ketahanan pangan mandiri berkat kolaborasi Badan Usaha Milik Desa Atau BUMDES dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Diharapkan dari mata rantai usaha itu menjadi pendukung kebutuhan Koperasi Merah Putih KDMP di desa tersebut.

Keberadaan ribuan ekor ayam petelor menjadi salah satu usaha ketahanan pangan yang di kembangkan BUMDES Amrih Mulyo di Desa Polengan Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang.

Kades Polengan, Widodo mengatakan, kotoran ayam akan diolah menjadi pupuk organik yang juga dijual ke petani secara kemasan.

Pupuk organik yang dibuat KUBE Merti Rejeki ini juga menopang pertanian jagung yang pada akhirnya juga menjadi sumber pakan ternak ayam petelor.

"Jadi kita punya produk ayam petelor dan kita juga menanam jagung. Kotoran ayamnya ini kita jual ke masyarakat untuk pertanian," kata Widodo, Senin (2/2).

Widodo mengaku ide mata rantai usaha di Desa Polengan ini berasal dari dirinya. Bagai gayung bersambut, BUMDes dan Kube di Desa Polengan bersemangat menjalankannya. 

Menurut Widodo, usaha ayam petelor dan lainnya dipilih karena semua warga bisa melakukannya, tidak membutuhkan teknologi tinggi, perawatan mudah dan terkontrol.

"Alasannya gini, kalau ayam itu warga bisa, jagung juga bisa, yang tidak membutuhkan teknologi tinggi dan perawatannya mudah dan masyarakat bisa melakukannya," jelas Widodo.

Lebih dari seribu ekor ayam petelur dikelola di dua kandang oleh peternak warga Polengan. Jumlah itu terus akan ditambah seiring waktu setelah modal dan laba dihasilkan.

Berbekal pengalaman bersama itu, maka di 2026 Pemdes Polengan berencana menambah sektor usaha lain yakni peternakan kambing berdasar jual daging konsumsi.

"Jadi kambing dari kita beli di pasar yang masih kurus kita gemukan. Terus kita potong kita jual dagingnya, gitu," ujar Widodo.

Ketua BUMDes Amrih Mulyo Polengan, Riyadi mengungkapkan, kendala menjalankan tiga sektor usaha, yakni peternakan, pertanian dan pupuk itu terkait sumber daya dan kesadaran warga. 

Maka sebagai solusi, menurut Riyadi, adalah penguatan koordinasi di tingkat pengurus KUBE dan BUMDes serta sosialisasi masif ke masyarakat.

Riyadi menjelaskan, mekanisme kerja sama BUMDes dengan peternak adalah bantuan awal ayam dan pakan selama belum produksi menghasilkan telur. 

Setelah ayam menghasilkan produksi telur, maka biaya pakan akan diambil dari penjualan telur dan sebagian menjadi modal pakan ayam.

"Akumulasi pembagian hasil akhir bersih, sementara 70 persen peternak dan 30 persen untuk BUMDes," tegasnya.

Adapun mata rantai penjualan dari ketiga sektor usaha tersebut tidak terbatas pada lingkup warga Polengan saja, namun juga untuk masyarakat umum, salah satunya melalui Koperasi Merah Putih Desa Polengan.

"Kita memanfaatkan apa yang ada di Polengan ini. Ketika BUMDes mempunyai hasil nanti kita akan suplai ke koperasi dan pemasarannya kita serahkan ke koperasi," papar Riyadi. 

Seperti diketahui, Desa Polengan selama ini terkenal dengan hasil produk pertanian, mulai dari padi, ketela, dan aneka sayuran segar lainnya. Kolaborasi BUMDes dan KUBE Desa Polengan nantinya juga menyentuh sektor potensi pertanian tersebut.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar