Ribuan Warga Gelar Tradisi Nyadran Sarang Jelang Puasa

Dilihat 139 kali
Tradisi Nyadran warga di Dusun Curah 3 Sukorini Muntilan Kabupaten Magelang digelar setiap tahun menjelang Ramadan.

BERITAMAGELANG.ID - Ribuan warga dari berbagai daerah mengikuti tradisi Nyadran Sarang di Desa Curah 3 Desa Sokorini Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, Selasa (3/2).

Selain bersilaturahmi, tradisi yang digelar setiap bulan Sya'ban ini juga menjadi wujud berbakti kepada leluhur.

Sejak pagi ribuan warga Curah 3 dan warga dari berbagai daerah di sekitar Kabupaten Magelang telah berkumpul di Masjid Nurul Huda desa setempat. 

Mereka datang dengan membawa sarang atau buah tangan berisi nasi berkat. 

Nasi lengkap dengan aneka lauk itu nantinya akan diberikan kepada warga lain yang hadir.

Kepala Desa Sokorini, Muhammad Azis Efendi mengatakan, tradisi nyadran di Dusun Curah 3 Sokorini sudah berlangsung turun temurun setiap pertengahan Sya'ban, atau menjelang puasa.

Tradisi ini menjadi momen untuk saling bersilaturahmi dan mendoakan arwah para leluhur dusun dengan sebuah lantunan doa bersama, sekaligus memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat.

"Kami tidak tahu kapan mulai ada nyadran. Sudah turun temurun. Tujuannya untuk mendoakan para arwah leluhur dusun dan untuk menjalin silaturahmi warga," ungkap Azis.

Ia menjelaskan, sebelum diberikan kepada warga lain yang hadir, sarang berisi berkat (bingkisan makanan) ini dilakukan acara bacaan kalimah toyibah dan tahlil.

Prosesi doa tersebut dipimpin seorang kyai atau tokoh agama.

"Usai doa bersama itu warga makan bersama yang kemudian kembali ke rumah masing masing dengan membawa nasi berkat," ucap Azis.

Setelah semua rangkaian digelar, warga melanjutkan dengan makan bersama sambil bercengkrama. Menariknya, saat kembali ke rumah masing-masing setiap warga membawa sarang nasi berkat yang sudah disediakan.

Tak hanya warga lokal, tradisi ini juga diikuti warga perantau, salah satunya Nandar yang berasal dari Kalimantan.

Nandar mengaku sengaja mudik untuk mengikuti nyadran yang sekaligus bersilaturahmi dengan saudara di Dusun Curah 3.

"Ini tradisi yang bagus, saya sempatkan pulang untuk mendoakan si mbah saya yang dimakamkan di dusun ini. Jadi tiap tahun, jika rezeki cukup, pasti saya pulang," tutur Nandar.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar