BERITAMAGELANG.ID - Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggelar kegiatan manasik haji bagi calon jemaah haji tahun ini, di GOR Gemilang, Sabtu (7/2). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam terkait tata cara ibadah haji, keterampilan praktik, serta kesiapan fisik dan mental jemaah agar mampu menjalankan ibadah secara baik dan khusyuk.
Pada musim haji tahun ini, sebanyak 1.414 jemaah haji asal Kabupaten Magelang dijadwalkan berangkat ke tanah suci. Berdasarkan data dinas kesehatan setempat, sekitar 30 persen jemaah masuk dalam kategori rentan atau berisiko terutama karena faktor usia lanjut dan penyakit penyerta.
Berlokasi di GOR Gemilang, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, ribuan calon jemaah haji se-Kabupaten Magelang mengikuti bimbingan manasik haji. Dalam kegiatan tersebut, jemaah menerima materi seputar tata cara ibadah haji, kesehatan haji, keselamatan perjalanan, serta tata tertib selama berada di Arab Saudi. Petugas kesehatan juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik mengingat cuaca ekstrem dan padatnya aktivitas selama puncak ibadah haji.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Magelang, Rini Hastuti mengatakan manasik haji merupakan tahapan penting sebelum keberangkatan jemaah ke tanah suci.
"Tujuan utama manasik haji adalah memberikan pemahaman yang mendalam, keterampilan praktik, serta kesiapan fisik dan mental bagi jemaah haji agar dapat menjalankan ibadah hajinya dengan baik dan khusyuk," ujar Rini.
Rini menambahkan, jumlah jemaah haji Kabupaten Magelang tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada musim haji 2025, jumlah jemaah tercatat sekitar 1.100 orang, sedangkan pada musim haji 2026 meningkat menjadi 1.414.
"Syarat utama jemaah yang berangkat adalah istithaah kesehatan serta telah melunasi biaya haji. Untuk pelunasan, alhamdulillah seluruh jemaah telah menyelesaikannya," jelasnya.
Salah seorang calon jemaah haji asal Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Sulistyowati (66) mengaku, kegiatan manasik haji sangat membantu dalam memantapkan kesiapan dirinya dan sang suami sebelum berangkat ke tanah suci.
"Manasik ini sangat bermanfaat dan memantapkan kami sebagai calon jemaah haji. Materi yang disampaikan jelas dan mudah dipahami," katanya.
Menurut Sulistyawati, meskipun materi manasik juga diperoleh melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), kehadiran pemateri langsung dari Kemenag memberikan keyakinan tersendiri.
"Sebetulnya sudah disampaikan di KBIH, tapi dengan adanya pemateri langsung dari Kemenag jadi lebih mantap," ungkapnya.
Sulistyawati menuturkan, dirinya berangkat haji bersama sang suami, Basrianto, setelah menunggu selama 13 tahun. Ia mendaftar haji pada Januari 2013, namun keberangkatan sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
"Seharusnya berangkat tahun 2024, tapi tertunda karena pandemi dan baru bisa berangkat tahun 2026. Alhamdulillah akhirnya bisa berangkat bersama suami," pungkasnya.
Kegiatan manasik haji se-Kabupaten Magelang ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan kemandirian jamaah, sehingga seluruh calon haji asal Kabupaten Magelang dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, tertib, dan meraih predikat haji mabrur.

0 Komentar