Diduga Cemari Lingkungan, Bupati Magelang Hentikan Operasional PT Sidoagung

Dilihat 4353 kali
Bupati Magelang didampingi Kapolres Magelang dan Sekda Kabupaten Magelang beraudiensi dengan warga terdampak aktivitas PT Sidoagung

BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang Zaenal Arifin memerintahkan Sekretaris Daerah memastikan PT Sidoagung Farm tidak beroperasi sementara waktu.


Sebelumnya masyarakat di Dusun Punduh, Desa Sidoagung, Kecamatan Tempuran, mengaku terganggu dengan polusi yang ditimbulkan oleh aktivitas PT Sidoagung Farm. PT Sidoagung Farm sendiri diketahui merupakan pabrik pembuat pakan ternak yang diduga telah mencemari lingkungan sekitar.


"Saya juga akan membentuk tim penanganan persoalan tersebut, dan akan melibatkan beberapa pihak dari masyarakat terdampak, pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan juga dari pihak perusahaan," ujar Bupati Magelang, Zaenal Arifin, saat audiensi dengan masyarakat terdampak di Ruang Cemerlang Komplek Setda Kabupaten Magelang, Kamis (12/12/2019).


Mengenai persoalan tersebut, Zaenal juga akan segera mengkaji lebih dalam terkait proses produksi atau aktivitas yang dilakukan oleh PT Sidoagung Farm dari hulu ke hilir. Dengan dibentuknya tim gabungan tersebut, ia berharap bisa menemukan titik tengah dan solusi bersama.


"Jadi nanti panjenengan (anda) sekalian bisa menyaksikan prosesnya secara langsung dari hulu ke hilir ini seperti apa," katanya.


Korlap Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Aliansi Tepi Barat, Yanto mengutarakan sudah berulang kali menyampaikan keluhan terkait aktivitas dari PT Sidoagung Farm selama ini, yang mana kegiatannya telah mengganggu kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.


Lebih lanjut ia mengatakan, tidak anti atau menolak keberadaan para investor di wilayah Kabupaten Magelang. Kendati demikian, segala sesuatu yang terkait dengan perizinan ia meminta untuk dikaji lebih dalam terlebih dahulu.


"Kami tidak anti terhadap investor, tetapi ketika investor itu tidak mengindahkan segala sesuatu dengan lingkungan dan legalitas, tentu sudah barangkali akan menyengsarakan masyarakat," tandasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang