Gandeng BMKG, Pemkab Magelang Gelar Pelatihan Pengamatan Agroklimat Petani Sumbing

Dilihat 1767 kali
Pj Sekda Kabupaten Magelang Drs. Endra Endah Wacana membuka Pelatihan Pengamatan Agroklimat petani bawang putih di Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik, Kamis (09/11).

BERITAMAGELANG.ID - Pada dekade 1980-an, produksi bawang putih lereng timur Gunung Sumbing Kabupaten Magelang Jawa Tengah pernah mengalami masa kejayaan.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, wilayah Kabupaten Magelang merupakan daerah gunung api spesifik. Udara dan Iklim yang sejuk didukung tanah subur sangat sesuai untuk tanaman bawang.

"Magelang daerah spesial, dengan program SLI (Sekolah Lapang Iklim), saya berharap petani bawang bisa memanfaatkan secara optimal, pengetahuan, alat bantuan, alat takar hujan, pengukur suhu, alat ukur Ph tanah dan bibit bawang," kata Dwi dalam acara Pelatihan Pengamatan Agroklimat di Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang, Kamis (09/11).

Dia menambahkan, dalam sepuluh tahun terakhir, cuaca sulit ditebak. Petani harus waspada dengan anomali cuaca yang semakin sulit diprediksi tersebut. Usia planet bumi sudah semakin tua, sehingga ada fenomena perubahan seperti pemanasan global, dan berpengaruh ke cuaca. Ilmu pranotomongso, atau kalender tanam tradisional dirasa sudah tidak lagi tepat dan akurat untuk saat ini.

"Dengan Sekolah Lapang Iklim para petani dan penyuluh bisa bersama-sama memahami alat sederhana teknologi tepat guna tersebut. Membaca cuaca iklim untuk menentukan kapan mulai tanam. Menentukan jumlah bibit dan pola jenisnya seperti apa, agar hasil panen bisa berlimpah," jelasnya.

Seperti sekarang ini, imbunya, ada kemunduran musim penghujan di sebagian wilayah Indonesia. Meski demikian, perlu ditingkatkan kewaspadaan karena sebagian sudah mulai diguyur hujan.

"El Nino (periode musim panas) lemah, tidak seperti tahun 2016. Hujan seharusnya mulai Oktober, tapi November baru beberapa wilayah baru memasuki musim hujan. Sebagian Indonesia Sumatera bagian timur, selatan dan jawa yang mulai hujan," papar Dwi.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Magelang menyambut baik kegiatan SLI Agroklimat yang digelar BMKG dengan penanaman serentak bawang putih di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, tersebut.

Karena produksi bawang putih di lereng timur Gunung Sumbing itu pernah mengalami masa kejayaan tiga dekade lalu. Harapannya, masa keemasan bawang putih di sini dapat terulang kembali dan akan tercium harum wanginya.

"Kaliangkrik dengan produktivitas bawangnya pernah dijuluki tambang emasnya Magelang. Tetapi ketika mulai ada impor bawang, makin surut," harap Pj Sekda Kabupaten Magelang, Drs. Endra Endah Wacana.

Para petani di Kaliangkrik harus berjuang mengembalikan kejayaan bawang putih dengan mendeteksi cuaca sesuai ilmu yang diajarkan BMKG. Diharapkan pula, para petani berkomitmen memajukan kembali kejayaan bawang putih.

"Transformasi ilmu mendeteksi cuaca yang diajarkan BMKG itu sudah terbukti di kecamatan lain wilayah Kabupaten Magelang. Hasilnya beda sekali," ungkap Endra.

Sekolah ini dalam skala kelompok dilaksanakan selama satu musim tanam pada tahun 2018. Adapun peserta adalah para petani yang berasal dari beberapa kelompok tani di Kecamatan Kaliangkrik.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar