Hari Kartini, Pemkab Magelang Hadirkan Talkshow Bertema Kesehatan

Dilihat 37 kali

BERITAMAGELANG.ID - Semangat emansipasi kembali digaungkan dalam peringatan Hari Kartini 2026. Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar talkshow bertema pemberdayaan perempuan di GOR Gemilang Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua TP PKK Kabupaten Magelang Dian Grengseng Pamuji serta dokter spesialis saraf dr. Adelyna Meilala sebagai narasumber utama.

Mengangkat tema kolaborasi perempuan dalam pembangunan, forum ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang refleksi atas peran strategis perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Dalam pemaparannya, Dian mengatakan, peringatan Hari Kartini seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum untuk membaca ulang tantangan yang masih dihadapi perempuan.

"Peringatan Kartini perlu dimaknai sebagai ruang refleksi atas tantangan pembangunan perempuan sekaligus capaian dari cita-cita besar kesetaraan di berbagai bidang," ujar Dian.

Ia juga menyoroti besarnya potensi perempuan di Kabupaten Magelang. Berdasarkan data tahun 2024, jumlah penduduk perempuan mencapai 667.100 jiwa atau hampir setengah dari total populasi. Angka ini menjadi kekuatan besar dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif.

Namun demikian, pembangunan berkeadilan menurutnya tidak cukup hanya berbasis angka statistik. Dibutuhkan kebijakan yang benar-benar memahami pengalaman hidup perempuan di lapangan.

"Pembangunan harus peka terhadap realitas perempuan, bukan sekadar data," kata Dian.

Melalui visi Magelang Anyar Gress (Aman, Nyaman, Unggul, Religius, dan Sejahtera), pemerintah daerah disebut telah membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk terlibat aktif dalam program prioritas pembangunan, termasuk dalam Sapta Cipta Pembangunan.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi, mulai dari isu kesehatan perempuan, perkawinan usia anak, hingga akses pendidikan. Dian meyakini, kekuatan perempuan mampu melampaui berbagai hambatan tersebut.

"Kekuatan perempuan jauh lebih besar dari tantangan yang ada," lanjut Dian.

Data statistik gender tahun 2024 juga menunjukkan tren positif, di mana perempuan di Kabupaten Magelang semakin banyak berperan sebagai tenaga profesional di bidang pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan. Ditambah lagi, keberadaan organisasi perempuan hingga tingkat dasawisma menjadi modal sosial yang kuat dalam mendukung keberhasilan pembangunan.

Sementara itu, dari sisi kesehatan, dr. Adelyna Meilala mengingatkan pentingnya kesadaran perempuan terhadap kondisi tubuhnya, terutama di tengah peran ganda yang dijalani.

"Perempuan adalah penentu kualitas generasi. Kalau perempuan sehat, keluarga juga sehat," ujar dr. Adelyna.

Ia menyoroti meningkatnya risiko sindrom metabolik pada perempuan modern, terutama akibat pola hidup yang kurang sehat seperti kurang tidur, minim aktivitas fisik, serta konsumsi minuman manis berlebih. Kondisi tersebut dapat memicu penyakit serius seperti diabetes, stroke, hingga jantung.

Selain itu, tekanan mental dan perubahan hormon seperti perimenopause juga kerap berdampak pada penurunan energi dan massa otot perempuan.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui tiga pilar utama, yakni nutrisi seimbang, latihan kekuatan otot, serta manajemen tidur dan stres yang baik.

"Perempuan harus mulai memperhatikan kesehatan metabolik dan kekuatan otot sejak dini," lanjutnya.

Ia juga menambahkan melalui momentum Hari Kartini ini, diharapkan lahir komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi antarperempuan, saling mendukung, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan Kabupaten Magelang yang aman, nyaman, unggul, dan sejahtera, sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar