Hari Pertama, World Contraception Day Layani 52 Akseptor KB

Dilihat 960 kali

BERITAMAGELANG.ID - Selama September sampai dengan Oktober 2023 ini, warga Kabupaten Magelang terus mendapat layanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) gratis. 


Kegiatan Baksos TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan masih terus berlanjut. Mulai  26 September sampai dengan 4 Oktober 2023 warga Kabupaten Magelang dapat mengakses layanan layanan KB gratis serentak dalam rangka memperingati moment WCD (World Contraception Day) atau Hari Kontrasepsi Sedunia.


Demikian disampaikan Kepala Bidang KB pada Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Sugeng Riyadi, Senin (25/9/2023) di kantornya.


"Launching layanan KB serentak untuk wilayah Jawa Tengah diselenggarakan pada Selasa (26/9/2023) di Kabupaten Jepara," ungkapnya.


Untuk Kabupaten Magelang,  jelasnya, launching pelayanan KB momen WCD dilaksanakan di Klinik Keluarga Berencana (KKB) Fatimah Candimulyo di hari yang sama. Akseptor  baru yang dilayani sebanyak 52 akseptor. Dengan rincian 37 akseptor implant dan 15 akseptor IUD.


"Pelayanan KB juga dilaksanakan di klinik atau faskes lain baik pemerintah maupun swasta di Kabupaten Magelang," jelas Sugeng Riyadi. 


Sesuai jadwal, diantaranya dilaksanakan di RSIA Muntilan pada Rabu, 27 September 2023 dan Klinik Fede Salaman. Lalu pada Selasa, 3 Oktober 2023 dilanjutkan di Klinik Akmil Mertoyudan.


Layanan KB gratis itu meliputi KB MKJP yaitu MOW, MOP, IUD dan Implant. Biaya pelayanan gratis bagi akseptor karena sudah dianggarkan melalui Anggaran BOKB 2023.


Pada kesempatan tersebut, Sugeng Riyadi menjelaskan untuk kegiatan Baksos TNI Manunggal Bangga Kencana yang dilaksanakan Senin, 25 September 2023 mengadakan fasilitasi layanan bagi akseptor wanita sejumlah 6 orang untuk menjalani Metode Operasi Wanita (MOW)  atau tubektomi di Sarjito Yogyakarta.


Enam orang itu terdiri dari dua orang dari Kecamatan Tempuran dan empat orang dari Kecamatan Kajoran.


"Harusnya ada seorang calon akseptor Metode Operasi Pria (MOP) tetapi pelaksanaanya harus ditunda karena saat yang bersangkutan menjalani swab ternyata hasilnya dinyatakan positif covid-19. Yang bersangkutan  disarankan oleh pihak RSUP Sardjito agar dua minggu lagi menjalani swab untuk kemudian bisa dilkukan tindakan MOP," tutur Sugeng.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar