Kejar Proklim Lestari, Desa Karangrejo Perkuat Konservasi Lingkungan

Dilihat 47 kali
Warga menanam bibit pohon gayam di bantaran Sungai Sileng, Karangrejo, Rabu (22/4/2026)

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Desa (Pemdes) Karangrejo, Borobudur menargetkan peningkatan status Program Kampung Iklim (Proklim) menjadi kategori Lestari pada 2026. Upaya itu ditempuh dengan memperkuat berbagai program konservasi lingkungan, mulai dari penanaman pohon hingga pengelolaan sumber daya air berbasis masyarakat.

Kepala Desa Karangrejo, M. Hely Rofikun mengatakan, desanya sebelumnya telah meraih predikat Proklim Utama. Tahun ini, pihaknya didorong untuk naik ke tingkat lebih tinggi melalui penguatan aksi nyata di lapangan.

"Tahun kemarin kami sudah Proklim Utama. Tahun ini ditargetkan menjadi Proklim Lestari, sehingga kegiatan pelestarian terus kami lakukan," ujarnya di sela peringatan Hari Bumi 2026 di bantaran Sungai Sileng, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, pelestarian lingkungan tidak hanya difokuskan pada kegiatan simbolis, tetapi juga diarahkan pada perubahan perilaku warga dalam menjaga ekosistem. Desa Karangrejo, lanjutnya, kini juga berperan membina 14 desa di Kecamatan Borobudur untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu lingkungan.

"Kami ingin gerakan ini tidak berhenti di Karangrejo saja, tapi juga menyebar ke desa-desa lain," katanya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, dilakukan penanaman pohon di bantaran Sungai Sileng yang dinilai menjadi titik penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya ketersediaan air.

Kegiatan ini turut didukung PT Taman Wisata Borobudur (TWB) melalui kolaborasi dengan pemdes dan warga.

Direktur Operasi PT Taman Wisata Borobudur, Sufriadi Jufri mengatakan, penanaman pohon menjadi bagian dari komitmen pelestarian lingkungan yang terus didorong di kawasan Borobudur. Sebanyak 100 bibit pohon gayam ditanam dalam kegiatan tersebut. 

Pohon ini, kata dia, dipilih karena memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air. Sehingga dinilai efektif untuk mendukung konservasi di kawasan bantaran sungai.

"Penanaman ini bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Harapannya tidak hanya dilakukan saat peringatan Hari Bumi, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari," paparnya.

Dia menambahkan, pemilihan lokasi di bantaran sungai juga didasarkan pada pentingnya menjaga fungsi ekologis kawasan tersebut. Terutama dalam mengantisipasi potensi kerusakan lingkungan dan berkurangnya daya dukung air.

Kolaborasi antara pemdes dan pengelola kawasan wisata dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan di wilayah Borobudur. Selain berdampak pada warga, keberlanjutan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik kawasan wisata.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Mengenakan baju adat, Pemerintah Kabupaten Magelang memperingati Hari Kartini Tahun 2026 dengan upacara di GOR Gemilang, Setda Kabupaten Magelang, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan talkshow bersama Ketua TP PKK Kabupaten Magelang Dian Grengseng Pamuji serta dokter spesialis saraf dr. Adelyna Meilala sebagai narasumber utama. Selamat hari Kartini untuk semua perempuan hebat di Indonesia ✨

♬ original sound - kominfomagelang