Pemkab Magelang Perbaiki Jalan, Warga Bantu Jaga Rambu

Dilihat 36 kali
Kepala DPUPR Kabupaten Magelang meninjau perbaikan Jl. dr. Sutomo, Muntilan, Jumat (5/6/2026).

BERITAMAGELANG.ID - Kepedulian warga Muntilan terhadap kondisi Jl. dr. Sutomo yang rusak parah diwujudkan melalui aksi gotong royong. Bermodalkan alat seadanya, warga secara sukarela membuat serta memasang rambu larangan bagi kendaraan bermuatan berat di sejumlah titik ruas jalan tersebut.

Aksi swadaya itu dilakukan karena masyarakat khawatir kerusakan jalan akan semakin parah jika kendaraan bertonase besar terus melintas. Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang juga mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

Koordinator Komunitas Masyarakat Peduli Muntilan, Heri Prasetyo mengatakan, pemasangan rambu dilakukan atas dasar kepedulian masyarakat yang selama ini merasakan langsung dampak kerusakan jalan.

"Kami bergerak secara sukarela. Dengan bahan dan alat yang ada, warga membuat rambu-rambu sederhana sebagai pengingat agar kendaraan bermuatan berat tidak lagi melewati Jl. dr. Sutomo," kata Heri.

Menurutnya, jalan tersebut menjadi akses vital bagi masyarakat menuju sekolah, pusat perdagangan, perkantoran, hingga kawasan permukiman. Karena itu, warga merasa perlu mengambil langkah nyata sembari menunggu proses perbaikan yang dilakukan pemerintah.

Meski dibuat secara sederhana, rambu-rambu yang dipasang warga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengemudi untuk mematuhi aturan pembatasan tonase kendaraan. Warga juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait penanganan kerusakan jalan.

Langkah swadaya masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Magelang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, David Rudiyanto menilai kepedulian warga menjadi contoh positif dalam menjaga fasilitas publik.

"Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang ikut menjaga jalan ini. Di beberapa lokasi terlihat warga secara mandiri membuat dan memasang rambu-rambu agar kendaraan bermuatan berat tidak melintas," ujarnya.

David menjelaskan, berdasarkan kajian sementara, kerusakan Jl. dr. Sutomo diduga disebabkan oleh kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas jalan. Padahal konstruksi jalan tersebut hanya dirancang untuk menahan beban maksimal 8 ton.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah mulai melakukan perbaikan dengan membersihkan bagian jalan yang rusak, mengangkat material yang terkelupas, dan melakukan penambalan berlapis agar konstruksi jalan kembali kuat.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pemasangan barrier beton di sejumlah titik untuk mencegah kendaraan yang tidak sesuai ketentuan memasuki ruas Jl. dr. Sutomo.

"Perbaikan sudah mulai dilakukan. Jalan yang rusak akan kami tambal berlapis sehingga lebih kuat dan tidak mudah rusak kembali," jelas David.

Pemerintah Kabupaten Magelang memastikan seluruh ruas Jl. dr. Sutomo yang mengalami kerusakan akan mendapatkan penanganan, sekaligus memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang melanggar batas tonase agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang