Peduli Lingkungan, SMPN 2 Borobudur Hijaukan Sekolah dan Jurang Jero

Dilihat 72 kali
Keterangan foto: Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari, secara simbolis ikut menanam pohon bersama pihak sekolah sebagai tanda dimulainya gerakan penghijauan di lingkungan sekolah hingga Jurang Jero Lereng Merapi. Foto Ali Subchi

BERITAMAGELANG.ID - SMP Negeri 2 Borobudur, Kabupaten Magelang, terus memperkuat budaya peduli lingkungan melalui program Aksi Janaka (Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata) yang dicanangkan Bupati Magelang, Grengseng Pamuji. Gerakan tersebut melibatkan seluruh peserta didik dengan aksi penghijauan di lingkungan sekolah hingga penanaman pohon di kawasan wisata Jurang Jero, Kecamatan Srumbung, lereng Gunung Merapi.


Kepala SMP Negeri 2 Borobudur, Ahyar, mengatakan program Adiwiyata bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah sekaligus membangun karakter bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kelestarian alam.


"Berbagai kegiatan rutin disiapkan untuk mendorong kontribusi aktif peserta didik dalam menjaga lingkungan belajar tetap bersih, nyaman, dan hijau melalui kegiatan penanaman pohon," ujar Ahyar, Senin (20/7/2026).


Menurutnya, gerakan tersebut menjadi strategi penting dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan. Program tidak hanya berfokus pada kebersihan sekolah, tetapi juga pengurangan sampah, pengelolaan lingkungan, serta penghijauan melalui penanaman pohon perindang.


Komitmen Adiwiyata SMP Negeri 2 Borobudur juga diwujudkan di luar lingkungan sekolah. Melalui kegiatan Kepramukaan, para peserta didik melakukan aksi penanaman pohon saat mengikuti penjelajahan di kawasan wisata Jurang Jero, Srumbung.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang mengajarkan kepedulian terhadap alam secara langsung. Diharapkan, para siswa mampu menjadi teladan dalam upaya pelestarian lingkungan, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat, khususnya di kawasan lereng Gunung Merapi.


Pelaksanaan Aksi Janaka diawali dengan pembiasaan sederhana sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar. Setiap peserta didik dibiasakan menjaga kebersihan kelas, merapikan tempat duduk, membuang sampah pada tempatnya, hingga memilah sampah organik dan anorganik dengan pendampingan guru.


Selain itu, siswa juga diberi tugas kreatif memanfaatkan barang bekas menjadi media pembelajaran maupun produk kerajinan. Menurut Ahyar, kebiasaan tersebut mengajarkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari tindakan-tindakan kecil.


"Peserta didik diberi tugas kreatif untuk memanfaatkan barang bekas menjadi media belajar atau produk kerajinan. Kebiasaan tersebut menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas sebagian orang, tetapi tanggung jawab bersama. Tindakan kecil akan membentuk kebiasaan positif apabila dilakukan secara konsisten," tegasnya.


Program Aksi Janaka yang diprakarsai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang itu menjadi sarana edukasi agar peserta didik semakin memahami pentingnya menjaga ekosistem melalui kegiatan kolaboratif yang kreatif dan menyenangkan.


Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari, mengatakan pendidikan lingkungan sejak dini merupakan investasi penting dalam membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.


"Pembiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan menghemat penggunaan air akan membentuk karakter peduli lingkungan. SMP Negeri 2 Borobudur menunjukkan komitmennya sebagai sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui implementasi Aksi Janaka yang dicanangkan Bupati Magelang," ujar Uswatun.


Aksi penghijauan di lingkungan sekolah maupun kawasan Jurang Jero diikuti peserta didik kelas VIII bersama para guru. Pohon-pohon perindang yang ditanam merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang yang berkolaborasi dengan Balai Sertifikasi dan Pembenihan Tanaman Hutan Dinas Kehutanan.


Melalui kegiatan tersebut, SMP Negeri 2 Borobudur berharap budaya peduli lingkungan tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas sekolah, tetapi juga menjadi karakter yang terus dibawa peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat.



Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Scan. Bayar. Beres! 📲✨ Tax Gathering Kabupaten Magelang 2026 hadir dengan semangat baru! Diawali apresiasi untuk para wajib pajak terbaik 🏆, dilanjutkan Launching Trisula PAD dan implementasi pembayaran pajak daerah pakai QRIS di aplikasi e-SPTPD. Makin mudah, makin cepat, makin praktis! 🚀 #TaxGathering #Magelang #QRIS ♬ original sound - kominfomagelang