BERITAMAGELANG.ID - Upaya nyata dalam menangani kenakalan remaja serta membangun disiplin siswa terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang. Bupati Magelang Grengseng Pamuji secara resmi menutup kegiatan Kemah Karakter Kebangsaan Siswa SMP Tahun 2026 di Gedung Jenderal Sudirman, Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Kamis (30/4/2026).
Acara penutupan dan penyerahan kembali peserta didik ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para kepala perangkat daerah, guru, serta orang tua murid. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini dinilai memberikan dampak signifikan dalam mengubah pola pikir dan perilaku siswa melalui gemblengan disiplin ala militer yang humanis.
Dalam sambutannya, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, memberikan pesan yang menyentuh sekaligus memotivasi para siswa. Ia menekankan bahwa masa lalu yang kurang baik atau perilaku "nakal" di sekolah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bisa menjadi modal keberanian jika diarahkan ke jalur yang benar.
"Nakal itu bisa menjadi modal, syaratnya tahu batasan. Kapan berhenti nakal? Jangan sampai masuk ke ranah kriminal. Di kemah karakter ini, anak-anak diajarkan hal sederhana, seperti melipat selimut setelah bangun tidur. Hal kecil inilah yang menjadi batas antara nakal dan kriminal," ujar Grengseng.
Bupati Magelang juga mengajak para orang tua dan guru untuk bersinergi dan tidak saling lempar tanggung jawab dalam mendidik siswa yang memiliki "kelebihan energi". Ia menegaskan bahwa perubahan karakter dimulai dari perubahan pola pikir.
"Ubahlah pikiran yang jelek menjadi baik. Nikmati prosesnya, saya yakin kalian adalah pemimpin masa depan Kabupaten Magelang," tambahnya.
Senada dengan Bupati, Dandim 0705/Magelang, Letkol Inf Afrizal Rakhman, berpesan agar ilmu kedisiplinan yang didapat segera diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga.
"Saya berharap adik-adik bisa membantu orang tua, mulai dari mencuci piring atau baju sendiri. Menjadi tentara seperti saya dimulai dari lingkungan rumah. Pilihlah teman yang baik di luar sana, dan carilah potensi diri kalian, baik itu di olahraga, seni, atau organisasi. Jangan malu, kita harus punya keberanian," tegas Letkol Inf Afrizal.
Sementara itu, Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Sianipar, menyoroti tantangan generasi digital native yang hidup di tengah arus informasi instan. Ia mengibaratkan pembentukan karakter seperti perjuangan bintang sepak bola Cristiano Ronaldo yang memulai kedisiplinan sejak usia dini.
"Masa depan kalian tidak ditentukan nanti saat lulus SMA, tapi apa yang kalian tanam hari ini. Karakter adalah benteng pertahanan. Saya titip empat hal, yaitu pilih lingkungan yang baik, berani berkata tidak pada ajakan negatif seperti tawuran, isi waktu dengan kegiatan positif, dan yang paling utama adalah patuh kepada guru serta orang tua," pesan Kombes Pol Herbin.
Inti dari kegiatan ini bukan sekadar memberikan sanksi fisik, melainkan menyentuh sisi psikologis siswa agar memiliki rasa tanggung jawab dan cinta tanah air. Dengan berakhirnya kemah ini, para siswa diharapkan kembali ke sekolah dengan semangat baru sebagai agen perubahan bagi teman-temannya.
Pemerintah Kabupaten Magelang berencana untuk terus mengevaluasi dan melanjutkan program ini secara berkala sebagai terobosan dalam menyiapkan karakter hebat bagi generasi emas Magelang di masa depan.


@kominfomagelang Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Lapangan Drh. Soepardi, Kota Mungkid, Kamis (30/4/2026). Sebanyak 1.427 calon jemaah haji Kabupaten Magelang mengikuti agenda Manasik dan Pelepasan untuk keberangkatan tahun 1447 H/ 2026 M. Momentum haru juga mewarnai keberangkatan tahun ini dengan adanya jemaah termuda, Kyra Talita Sakhi (13 tahun 7 bulan) asal Desa Kaponan, Pakis. Semoga seluruh tamu Allah diberikan kelancaran dan kesehatan hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. Aamiin.
♬ Spirit of Muslim - ZydSounds
0 Komentar