Kios Pedagang Candi Borobudur Mulai Dibongkar

Dilihat 770 kali
Sejumlah pedagang di zona II kompleks Candi Borobudur mulai membongkar kios miliknya.

BERITAMAGELANG.ID - Para pedagang di zona II Candi Borobudur mulai membongkar kiosnya. Pembongkaran itu sudah dilakukan sejak Senin (13/5/2024). Kemudian, mereka akan dipindahkan ke lokasi sementara pada Jumat (17/5/2024). Lokasinya sepanjang area eks kandang gajah hingga belakang Museum Karmawibangga.


Juru Bicara TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Ryan Eka Permana Sakti mengatakan, pemindahan pedagang itu menjadi bagian dari akselerasi pertumbuhan ekosistem pariwisata Borobudur dan ekonomi di sekitarnya.


"Ini juga sebagai upaya peningkatan kualitas layanan, fasilitas, dan kenyamanan seluruh pihak," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/5/2024).


Sakti menjelaskan, proses penyesuaian, penataan, dan pemberdayaan itu semata-mata sebagai dukungan berbagai pihak. Agar masyarakat yang saat ini berwirausaha di kawasan Candi Borobudur memiliki akses terhadap berbagai sumber daya untuk lebih maju.


Dalam proses tersebut, TWC Borobudur telah secara proaktif membangun komunikasi kolaboratif multipihak. Agar masyarakat yang berwirausaha di area kompleks Candi Borobudur secara bersama-sama dapat mengosongkan lokasi zona II mulai 13-16 Mei 2024. 


Kemudian, akan dilanjutkan dengan proses revitalisasi pada Jumat (17/5/2024). Untuk lokasi sementara, TWC Borobudur telah menyiapkannya di sepanjang area bekas kandang gajah hingga belakang Museum Karmawibangga.


"Dengan fasilitas memadai dan tetap mendapat akses pengunjung yang hendak keluar via pintu 6 untuk menjaga peluang usaha mereka," kata dia.


Pemilik kios batik, Sujadi mengatakan, pembongkaran kios sudah dilakukan sejak Senin. Para pedagang pun terpaksa libur berjualan.


"Kiosnya sejak kemarin sudah dibongkar. Kami libur berjualan selama empat hari dan sekarang masih proses bongkar-bongkar kios," bebernya.


Dia menyebut, TWC Borobudur telah menyiapkan lokasi sementara di area eks kandang gajah hingga belakang Museum Karmawibangga. Rencananya, mereka bisa menempati lokasi tersebut mulai Jumat (17/5/2024). Lokasi sementara itu, diperkirakan bakal ditempati sekitar 3-4 bulan. 


Setelah itu, ketika Kampung Seni Borobudur di Kujon selesai dibangun, mereka akan menempatinya. Para pedagang pun menerima keputusan itu dengan lapang dada. Lebih-lebih sudah ada sosialisasi rencana pemindahan lokasi itu jauh-jauh hari.


Dia berharap, pada masa ramai Waisak, para pedagang bisa berjualan. Apalagi lokasi sementara yang disediakan nantinya menjadi lokasi keluar wisatawan.


"Dipindah ke sana (lokasi sementara) malah lebih dekat dengan wisatawan yang mau keluar candi," lontarnya. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar