Kolaborasi Holistik Wujudkan Pendidikan Bermutu

Dilihat 18 kali
Kolaborasi sinergis pembelajaran di kelas baik guru maupun murid dapat menciptakan pembelajaran bermakna sebagai tujuan mendasar pendidikan.

Dalam berbagai referensi teori pendidikan dijabarkan secara eksplisit bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa. Pendidikan dapat dipahami secara luas sebagai proses belajar terus menerus sepanjang hayat yang tidak mengenal putus. Keberhasilan pembangunan terletak pada fondasi pendidikan karena pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing.


Dengan menciptakan sumber daya yang kapabel, merupakan investasi jangka panjang yang sangat krusial untuk kemajuan suatu bangsa. Ketika lembaga pendidikan menciptakan sumber daya unggul, hanya dapat dirasakan dalam jangka waktu tertentu karena pendidikan merupakan proses yang berjalan dalam tahapan waktu, dan tidak bisa dinikmati secara instan.


Untuk merealisasikan pendidikan berkualitas yang diidamkan, tentu tidak semuanya diserahkan kepada sekolah atau guru. Semua komponen, baik keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah bersama-sama memiliki tanggung jawab moral demi kemajuan pendidikan. Apabila semua komponen tersebut dapat sepemikiran, dan satu visi dengan tujuan memajukan pendidikan, tentunya harapan yang diidam-idamkan akan dapat terwujud. Kolaborasi paralel semua pihak sangat dibutuhkan untuk merealisasikan harapan tersebut.


Kolaborasi holistik dan paralel yang saling berkelindan antar semua komponen tersebut selaras dengan tema Hardiknas 2026 yaitu yaitu Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Tema tersebut meneguhkan komitmen bersama semua pihak dalam memajukan pendidikan nasional sebagaimana yang diharapkan. Tema Hardiknas tahun ini juga mencerminkan kebutuhan mendesak akan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi kompleksitas tantangan pendidikan di era global.


Partisipasi semesta bukan sekadar jargon normatif dan harus diterjemahkan dalam desain kebijakan yang memungkinkan keterlibatan nyata mulai dari keluarga, masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas keagamaan. Implikasi semesta tersebut menegaskan, pendidikan sebagai tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini mengimplikasikan kolaborasi total antara sekolah, keluarga, industri, dan masyarakat untuk menciptakan pemerataan pendidikan berkualitas merujuk pada keterlibatan seluruh elemen bangsa.  


Dalam tema tersebut substansi mendasarnya tak lain merupakan momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama demi mencerdaskan dan membentuk karakter bangsa. Partisipasi semesta bukan sekadar jargon normatif, namun perlu diterjemahkan dalam desain kebijakan yang memungkinkan keterlibatan nyata, mulai dari keluarga, masyarakat, sekolah, pemerintah, dunia usaha sampai komunitas keagamaan.


Kolaborasi Orang Tua


Kunci utama merealisasikan pendidikan berkualitas, diantaranya adalah kolaborasi paralel antara sekolah dan orang tua. Sinergi sekolah dengan orang tua merupakan faktor yang sangat fundamental karena disadari, orang tua merupakan pendidikan utama dalam keluarga.


Pelaku pendidikan utama juga pertama yang perlu mendapat perhatian dalam elaborasi  pendidikan karakter tak lain adalah orang tua. Orang tua merupakan salah satu pemangku kepentingan utama pendidikan. Peran mereka tidak tergantikan oleh sekolah karena pendidikan dasar, moral, dan agama bermula dari rumah. Sebelum anak mengenal sekolah, keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama yang membentuk karakter, nilai-nilai, dan pola pikir anak.


Kepercayaan orang tua merupakan modal awal bagi sekolah juga guru untuk membentuk karakter anak-anak muda yang dipercayakan kepada mereka. Untuk itu kepercayaan orang tua ini perlu dijaga agar kepentingan setiap pihak dihormati demgan bijaksana. Orang tua memercayakan putra-putrinya untuk dididik di sekolah karena adanya keyakinan kuat bahwa sekolah akan mendidik anak-anak mereka menjadi manusia lebih baik dan mendapatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang berguna bagi masa depannya.


Kolaborasi akan terbangun efektif sebagaimana yang diharapkan apabila terdapat komunikasi yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua. Komunikasi yang efektif dapat membantu menyelaraskan segala sesuagtu yang diajarkan di sekolah dengan pendampingan yang dilakukan di rumah. 


Di samping itu dengan komunikasi rutin, guru dan orang tua dapat segera mengetahui perkembangan anak atau hambatan belajar yang dialami, sehingga solusi dapat dicari bersama sebelum menjadi masalah besar. Dampaknya bagi anak-anak juga positif, ketika mengamati orang tua aktif komunikasi dengan pihak sekolah, juga sebaliknya, maka motivasi mereka untuk belajar dan berprestasi akan bertumbuh.


Apabila ada komunikasi efektif antara orang tua dan sekolah, keluhan-keluhan yang bernada saling menyalahkan tidak perlu terjadi. Hal itu dikarenakan, baik orang tua dan sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter mulia anak-anak yang dipercayakan kepada mereka. Di sini, substansinya kepercayaan kepada masing-masing pelaku pendidikan baik orang tua maupun pihak sekolah menjadi sangat krusial. Kepercayaan untuk bersama-sama mendidik menjadi pribadi utuh dan karakter merupakan tanggung jawab bersama baik antara orang tua maupun pihak sekolah merupakan subtansi kunci awal dari kualitas pendidikan.


Kegiatan Relevan


Kolaborasi tersebut dapat diimplementasikan melalui berbagai kegiatan yang relevan, seperti, parenting dan workshop yang berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, sekolah dapat mengadakan seminar untuk menyamakan pola asuh dan pemahaman mengenai tumbuh kembang anak sesuai dengan zamannya. Kegiatan-kegiatan tersebut hendaknya juga ditindaklanjuti dengan aksi nyata yang tidak sekadar diskusi.


Komunikasi yang dibangun dengan baik antara orang tua dan pihak sekolah dapat membantu menyelamatkan proses pendidikan anak, bukan hanya terkait dengan masalah administrasi pembelajaran, melainkan juga sekaligus mengklarifikasi persoalan dan membentuk karakter mereka menjadi individu yang lebih baik dan dewasa dalamn kolaborasi penuh kepercayaan antara orang tua dan sekolah (Doni Koesoema A., 2018).


Sebagaimana diamanatkan dalam berbagai regulasi seperti UU Sisdiknas tahun 2003, bahwa pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat.


Mengacu pada landasan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program skala prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan merealisasikan tujuan pendidikan nasional.


Sebuah adagium populer menyebutkan, jika hendak memajukan suatu bangsa, awali dari perbaikan pendidikan sebagai pilar utama. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas sebagai ruang pembelajaran. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional. Dengan cara ini, pendidikan tidak hanya akan menciptakan individu yang cerdas secara akademis, tetapi juga pribadi yang berintegritas dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Di sini pendidikan tidak hanya bermuara dan bergerak di ruang hampa, namun selalu dinamis selaras dengan tanda-tanda zaman.


Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026


Penulis: Drs. Ch. Dwi Anugrah, M.Pd., Guru Seni Budaya SMK Wiyasa Magelang 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar