Korban Angin Kencang Merbabu Kekurangan Air Bersih

Dilihat 1694 kali
Warga lereng Gunung Merbabu Kabupaten Magelang mengantri air bersih pasca angin kencang

BERITAMAGELANG.ID - Bencana angin kencang pada Minggu hingga Senin (20-21/10) di Kabupaten Magelang mengakibatkan akses penghubung antar dusun dan desa di lereng Gunung Merbabu terputus.


Setelah angin reda, pada Selasa (22/10) warga mulai bergotong royong membersihkan material yang terbawa angin di sekitar rumah mereka. Meski demikian bencana angin itu telah membuat warga ketakutan.


"Warga masih trauma, karena suara angin bergemuruh keras," kata Joko, salah satu warga Dusun Derepan Desa Pogalan Kecamatan Pakis.


Dusun Derepan berada di antara hutan lindung Taman Nasional Gunung (TNG) Merbabu. Saat terjadi angin kencang ribuan pohon pinus besar di kawasan TNG Merbabu patah dan tumbang. Akibanya jaringan pipa air bersih milik warga yang ada di bawahnya pun rusak.


"Saluran pipa air bersih putus karena tertimpa pohon pinus," ujar Joko.


Padahal, lanjut Joko, air bersih itu satu-satunya sumber air yang menjadi andalan warga. Untuk memperbaikinya dibutuhkan biaya besar dan waktu berhari-hari.


"Sumbernya di bawah kawah Merbabu. Jaraknya jauh sekitar delapan kilometer," terang Joko.


Jumlah warga Dusun Derepan mencapai 320 jiwa dari 90 kepala keluarga (KK). Beruntung, pasca bencana bantuan air bersih dari donatur dapat mencapai dusun yang sempat terisolasi ini.


"Sempat terisolir akibat jalan tertutup pohon tumbang. Air bersih ada bantuan ini sehingga warga bisa memasak," papar Kadus Derepan, Musodik.


Krisis air bersih ini, lanjutnya juga terjadi terhadap warga dusun lain, diantaranya Grenden, Citran, Rembuyungan, dan Kiyudan.


"Dusun kita (Derepan) ada lima RT, tapi ada dusun lain di atas kita juga kekeringan saat ini," ungkap Musodik.


Untuk memulihkan kembali pasokan air bersih itu warga berencana segera menghimpun dana secara gotong royong.


Setelah sekitar kampung bersih, warga akan langsung memperbaiki jaringan air bersih," pungkasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar