Launching Metaverse Kawasan Manunggal Jaya Borobudur

Dilihat 924 kali
Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto menjajal metaverse dengan mengunjungi kawasan Candi Borobudur di era masa lampau

BERITAMAGELANG.ID - Pj. Bupati Magelang Sepyo Achanto bersama Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Paiman Raharjo, menghadiri acara Launching Metaverse Kawasan Manunggal Jaya Borobudur yang dilaksanakan di Taman Buah Karangrejo di lingkungan Kawasan Manunggal Jaya Borobudur, Selasa (30/4/2024).


Pj. Bupati Sepyo Achanto menyampaikan hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, bahwa Pemerintah Daerah diminta melakukan percepatan pembangunan sebagian wilayah perdesaan melalui pembangunan kawasan perdesaan. 


Pengembangan Kawasan Perdesaan Manunggal Jaya Kabupaten Magelang bergayung sambut dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dengan memanfaatan dana Matching Fund Diksi dari Kemendikbud bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Magelang, berbentuk pembangunan Metaverse Kawasan Manunggal Jaya.


"Pemerintah Kabupaten Magelang menyambut baik pembangunan metaverse tersebut, melalui peran aktif Bappeda dan Litbangda, Dispermades Kabupaten Magelang, dan dinas-dinas terkait lain yang tergabung dalam TKPKP Kabupaten Magelang," ujar Sepyo.


"Kami berharap, dengan adanya wahana metaverse ini, kawasan manunggal jaya dapat memanfaatkannya dengan optimal, diantaranya melalui atraksi, visualisasi, promosi dan pemasaran produk-produk Kawasan Manunggal Jaya secara virtual, sehingga bisa menjangkau pangsa pasar yang lebih luas," harapnya.


Metaverse sendiri merupakan hasil karya mahasiswa Universitas Muhammdiyah Magelang yang didesain untuk membantu mempromosikan objek-objek wisata, ataupun produk-produk hasil buatan masyarakat yang ada di Kabupaten Magelang, melalui dunia digital memanfaatkan teknologi Virtual Reality. Dan memiliki nilai scientific serta ekonomi yang dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat agar lebih inovatif dan kreatif di era digital.


Namun, seperti yang dikatakan oleh Rektor Muhammadiyah, Lilik Andriani, Metaverse ini merupakan produk awal yang masih membutuhkan banyak pengembangan untuk dapat disempurnakan. 


"Karena itu dukungan untuk melanjutkan pengembangan metaverse ini sangat diharapkan," kata Lilik.


Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Paiman Raharjo, yang hadir dalam kegiatan ini juga menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih kepada para pihak yang terlibat dalam proses inovasi matcing fund 2024 di Manunggal Jaya Borobudur. Ia juga menyampaikan harapannya kepada Badan Usaha Milik Desa untuk merawat dan memanfaatkan seacara optimal aset yang diberikan Kemendesa agar dapat membantu memberikan kontribusi yang positif dalam pengembangan ekonomi dan investasi pembedayaan Masyarakat dan pelaksanaan Pembangunan desa.


"Tentu saja, metaverse ini akan menjadi terobosan baru yang sangat luar biasa di era yang serba digital ini. Suguhan animasi yang apik serta penggunaan teknologi virtual reality membuat metaverse diharapkan mampu membantu menjaga aset budaya Borobudur serta membantu perekonomian Masyarakat sekitar," pungkasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar