Personel Gabungan Gelar Simulasi Penanganan Aksi Unjuk Rasa

Dilihat 36 kali
Personel gabungan berupaya meredam aksi unjuk rasa pada simulasi penanganan di depan Kantor DPRD Kabupaten Magelang, Kamis (23/4/2026).

BERITAMAGELANG.ID - Ratusan personel gabungan diterjunkan dalam simulasi penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di halaman Gedung DPRD Kabupaten Magelang, Kamis (23/4/2026). Latihan ini menjadi upaya menguji kesiapan aparat menghadapi potensi situasi darurat, termasuk aksi unjuk rasa yang berujung ricuh.

Plt Wakapolresta Magelang, Kompol Eko Mardiyanto mengatakan, simulasi tersebut merupakan bagian dari agenda rutin yang difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis dan koordinasi lintas instansi.

"Jadi ketika situasi benar-benar terjadi, semua sudah siap," ujarnya di sela kegiatan.

Sebanyak 685 personel dilibatkan dalam latihan ini, terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, hingga Dinas Kesehatan. Keterlibatan berbagai instansi itu mencerminkan pola penanganan terpadu dalam menghadapi situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.

Dalam simulasi, kata dia, aparat dihadapkan pada skenario aksi unjuk rasa sekelompok massa yang tidak puas terhadap suatu kebijakan. Aksi yang awalnya berlangsung damai kemudian berkembang menjadi tegang saat proses audiensi dengan DPRD tidak mencapai kesepakatan.

Situasi memanas ketika massa mulai bertindak anarkis, memaksa aparat bergerak cepat untuk mengendalikan kondisi. Tahapan penanganan dilakukan mulai dari pendekatan persuasif, negosiasi, hingga tindakan pengendalian massa sesuai prosedur.

Eko menegaskan, seluruh tindakan yang dilakukan dalam simulasi tetap mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

"Pendekatan awal tetap persuasif. Namun ketika situasi meningkat, ada tahapan yang harus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali," katanya.

Dia menambahkan, latihan ini tidak hanya menitikberatkan pada kesiapan individu personel, tetapi juga pada efektivitas komunikasi dan koordinasi antar instansi di lapangan. Hal tersebut dinilai krusial dalam mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Selain itu, simulasi ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi momentum Hari Buruh Internasional (May Day), yang kerap diwarnai kegiatan penyampaian aspirasi oleh masyarakat.

"Prinsipnya kami hadir untuk mengamankan sekaligus melayani agar kegiatan masyarakat berjalan tertib," paparnya.

Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir menilai, latihan tersebut penting sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan di daerah.

"Kesiapan aparat menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas wilayah, terutama di tengah dinamika sosial yang berkembang," kata dia.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar