BERITAMAGELANG.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meresmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR di Tempuran, Magelang, Kamis (9/4/2026). Bupati Magelang Grengseng Pamuji bersama Wakil Bupati Magelang Sahid, Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sakir, beserta kepala OPD terkait turut menghadiri peresmian tersebut.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto turut didampingi Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, Komisaris Utama VKTR, Anindya Bakrie, serta Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi.
Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri kendaraan listrik nasional, khususnya pada sektor kendaraan komersial seperti bus dan truk yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperkuat industri otomotif dalam negeri.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan pentingnya kemandirian energi sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaulat.
"Jika kita ingin benar-benar merdeka, bertahan, dan maju, maka kita harus mandiri. Dan energi adalah kunci utama," ujarnya.
Presiden menyampaikan, Indonesia telah mulai bergerak menuju kemandirian energi melalui kolaborasi berbagai pihak. Meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan, pemerintah tetap optimistis mampu mengatasinya.
Ia juga menekankan, kesejahteraan rakyat merupakan prioritas utama, termasuk memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kelaparan di tengah melimpahnya sumber daya nasional.
Di tengah ketidakpastian global, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap waspada sekaligus optimistis. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar, terutama di sektor energi, yang perlu dikelola secara optimal.
Sebagai bagian dari transformasi energi, pemerintah terus mendorong peralihan dari energi berbasis karbon menuju energi bersih dan terbarukan. Upaya tersebut mencakup pemanfaatan listrik sebagai energi masa depan serta pengembangan biofuel berbasis kelapa sawit dan limbah seperti minyak jelantah.
Selain itu, pemerintah menargetkan percepatan kapasitas energi hingga 100 gigawatt dalam beberapa tahun ke depan, disertai pengurangan bertahap penggunaan bahan bakar fosil, termasuk rencana penutupan sejumlah pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Lihat foto: Magelang Punya Pabrik Kendaraan Listrik Dukung Kemandirian Energi
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasi dan menyambut baik peresmian pabrik kendaraan listrik VKTR industri ini, khususnya nanti dalam menyerap tenaga kerja yang ada di Kabupaten Magelang.
"Harapannya dengan peresmian pabrik ini segera menambah peluang lapangan pekerjaan dan menyerap banyak tenaga kerja di Kabupaten Magelang, sehingga pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Magelang segera tumbuh," ungkap Grengseng.
Komisaris Utama VKTR, Anindya Bakrie menilai pengembangan industri kendaraan listrik merupakan langkah strategis dalam mencapai target dekarbonisasi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Ia menyampaikan, terdapat dua landasan utama dalam pengembangan sektor ini, yakni dekarbonisasi menuju target net zero emission serta penguatan ketahanan energi melalui pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM).
"Bagi kami, agenda ini bukan pilihan, melainkan keniscayaan strategis bagi Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan lompatan dalam pengembangan industri kendaraan listrik, didukung oleh sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah.
Pengembangan industri ini juga melibatkan berbagai mitra dalam negeri, mulai dari sektor karoseri hingga komponen pendukung. Target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) terus ditingkatkan, dengan proyeksi mencapai 60 persen dalam waktu dekat dan meningkat hingga 80 persen pada tahap lanjutan.
Di sisi lain, dukungan pemerintah dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik, termasuk infrastruktur pengisian daya, dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
"Kami optimistis seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi," pungkasnya.

0 Komentar