Dampak Covid-19, Pemohon Paspor Turun Drastis

Dilihat 2542 kali
Kepala kantor Imigrasi Wonosobo, Ketut Arif

BERITAMAGELANG.ID - Kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang mengeluarkan larangan sementara bagi jamaah umrah asal Indonesia terkait virus Corona, berdampak pada pemohon paspor umrah yang turun drastis. 


Sebelumnya dalam sehari bisa 50 jamaah yang memohon paspor umrah, kini hanya 5-10 jamaah saja yang memohon paspor dengan tujuan ibadah tersebut. 


"Memang sesuai dengan kebijakan Arab Saudi untuk mengurangi atau menunda keberangkatan jamaah Umrah, maka masyarakat yang memohon paspor umrah berkurang jauh. Dari semula 50 setiap harinya, kini hanya 5-10 pemohon saja," terang Kepala Kantor Imigrasi Wonosobo, Ketut Arif yang dihubungi di Magelang, Senin (9/3/2020).


Menurut Ketut, banyak calon jamaah umrah yang menunda keberangkatan mereka. Sedangkan kantor Imigrasi sendiri tidak membatasi untuk pengajuan paspor umrah oleh calon jamaah. Mereka tetap dipersilakan untuk memohon paspor umrah. 


"Hanya saja kami memang selalu mengingatkan, bahwa untuk saat ini tujuan umrah sedang distop. Kami sampaikan kepada para jamaah untuk bersabar dan menunggu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi," katanya.


Disebutkan, kantor Imigrasi Wonosobo yang wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Temanggung dan Wonosobo, banyak menerima pemohon paspor umrah dari wilayah Kabupaten Magelang dan Temanggung. 


Menurut Ketut, berdasarkan informasi dari Kementerian Agama, masa tunggu calon jamaah haji di Jawa Tengah antara 17-20 tahun. 


"Karena jangka waktu yang lama untuk dapat berangkat haji, maka para calon jamaah melaksanakan umrah terlebih dahulu," ungkapnya.


Dikatakan pula, semenjak ada larangan sementara umrah oleh Arab Saudi, tidak ada biro travel umrah yang melakukan konsultasi terkait hal itu. 


"Dan memang bukan kapasitas kami untuk memberikan konsultasi terkait kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi tersebut," imbuh Ketut. 


Sementara itu, untuk biaya pembuatan paspor umrah sesuai dengan aturan sebesar Rp 350 ribu. Biaya itu oleh calon jamaah umrah bisa langsung dibayarkan kepada bank yang sudah ditunjuk.   


Wahyu, warga Bayanan Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang mengaku belum mengetahui kapan akan berangkat ibadah umrah. Sebelumnya, ia sudah dijadwalkan akan berangkat pada 1 April 2020 dengan biro travel dari Grabag Kabupaten Magelang. 


"Semuanya sudah siap, koper juga sudah lengkap isinya, tinggal berangkat saja. Ternyata ada penundaan, yah sudahlah, kita menunggu sampai Mekah dibuka lagi," ucap Wahyu.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 📊 Data akurat, pembangunan makin tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar Bimtek Pelatihan Operator Data Desa Tahun 2026 untuk memperkuat kapasitas operator desa dalam menghasilkan data yang berkualitas, faktual, dan terintegrasi. Melalui pelatihan ini, para operator desa dibekali pemahaman dan keterampilan teknis sebagai bekal mendukung pendataan yang menjadi dasar penyusunan kebijakan, pembangunan, pelayanan publik, hingga penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran. Karena pembangunan yang baik selalu berawal dari data yang baik. 💪📈 #Magelang #Desa #Data #PelayananPublik ♬ original sound - kominfomagelang