BERITAMAGELANG.ID - Tim KKN Universitas Tidar (Untidar) di Desa Tempursari, Kecamatan Candimulyo memberi pelatihan cara membuat water candle atau lilin aroma terapi berbahan minyak jelantah. Mengembangkan ide wirausaha untuk para ibu rumah tangga.
Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Tempursari, diikuti lebih dari 20 peserta anggota Penggerak PKK desa. Penanggung jawab kegiatan, Dian Nadzirotun Mudrikah mengatakan, tidak hanya mengajarkan keterampilan baru, pelatihan bertujuan memberikan ide usaha rumahan.
"Harapannya, dari ibu-ibu PKK selain dapat keterampilan baru juga bisa mengembangkan ini menjadi usaha rumahan. Apalagi ibu-ibu di sini sudah punya bahan-bahannya (jelantah). Jadi saya harap pelatihan ini mampu menghasilkan wirausaha selanjutnya," kata Dian, Senin (19/1).
Cara pembuatan lilin aroma terapi dimulai dengan mencairkan minyak jelantah yang telah dimurnikan menggunakan arang. Setelah benar-benar cair, rebusan lilin diberi aroma.
"Hal ini dilakukan agar lilin dapat digunakan sebagai aroma terapi. Kemudian siapkan gelas berisi air dan manik-manik. Tuangkan lilin ke dalam gelas dan tunggu hingga kering," ujarnya.
Menurut anggota tim KKN Untidar, Intan Safitri, pelatihan produksi lilin aroma terapi dapat menumbuhkan kreativitas masyarakat Desa Tempursari dalam memanfaatkan limbah rumah tangga.
Ketua PKK Desa Tempursari, Martini mengatakan, pelatihan ini memberi wawasan baru bagi ibu-ibu PKK, terutama memberi peluang ekonomi kreatif.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat (untuk ibu-ibu). Selain memberikan solusi untuk pengelolaan limbah bekas (minyak jelantah) juga memberi pelung ekonomi kreatif," kata Martini.
Tim KKN Untidar melakukan pengabdian masyarakat di Desa Tempursari, Candimulyo selama Januari 2026. Di bawah pengawasan dosen pembimbing, Angger Bagus Prasetiyo, sebanyak 10 mahasiswa diterjunkan untuk memberikan pelatihan dan penyuluhan masyarakat.
"Selain pembuatan lilin aroma terapi, kami juga ada program kerja sosialisasi anti bullying kepada siswa SDN Tempursari. Kami juga akan memberikan materi mengatasi stunting di desa," kata Ketua Kelompok KKN Untidar Desa Tempursari, M. Azzam Abyantara.

0 Komentar