Polsek Muntilan Beri Layanan Lebih Dekat di Desa Sriwedari

Dilihat 33 kali
Kegiatan "Ngantor Ning Deso" kali ini dilaksanakan di Desa Sriwedari Kecamatan Muntilan, Senin (19/1).

BERITAMAGELANG.ID - Kegiatan pelayanan publik dan audiensi dengan perangkat desa digelar di balai desa Sriwedari, Senin (19/1).

Kegiatan ini bertujuan menggali permasalahan yang ada di lapangan (belanja masalah), peningkatan komunikasi proaktif, dan memperkuat pelayanan publik menjelang ramadan.

"Program "Ngantor Ning Deso" yang dilaksanakan oleh Polresta Magelang melalui Polsek Muntilan menjadi ruang bagi perangkat desa untuk menyampaikan berbagai persoalan yang ada di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut Polsek Muntilan membuka layanan pembuatan SKCK, surat kehilangan, izin keramaian, dan tanda terima pemberitahuan," kata Kapolsek Muntilan Abdul Muthohir.

Kegiatan yang dilaksanakan seminggu sekali di balai desa setempat ini juga untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"(Kami) hadir di tengah masyarakat untuk mempermudah, mempercepat, dan memperdekat jarak dengan masyarakat," lanjutnya. 

Saat ini kegiatan Polisi Ngantor Ning Deso sudah dilaksanakan pekan ke 67, sejak 1 Agustus 2024. Kegiatan dilaksanakan di desa kecamatan Muntilan, 13 desa dan 1 kelurahan. Jumlah desa yang disasar ada 12 desa yang jaraknya jauh dari Polsek Muntilan.

"Sedangkan Desa Sedayu dan Kelurahan Muntilan dekat dengan Polsek Muntilan," lanjut Muthohir.

Ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan layanan yang dihadirkan dalam Polisi Ngantor Ning Deso.

"Masyarakat bisa mempermudah dan dipercepat pelayanannya, sehingga kebutuhan masyarakat akan dapat terlayani dengan baik," harapnya.

Polsek Muntilan menyiapkan hadiah untuk masyarakat yang melakukan pelayanan, berupa 1 liter minyak goreng sebagai motivasi untuk masyarakat.

Shaila warga Sriwedari yang juga ikut serta dalam kegiatan ini membuat SKCK.

"Pelayanan yang sudah dilakukan oleh Polsek Muntilan bagus serta inovatif karena mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan," kata Shaila.

Selain itu, Luli Wijayanti juga turut memanfaatkan kegiatan ini melaporkan kehilangan KTP.

"Pelayanannya bagus, semoga dapat berlanjut dan bermanfaat bagi warga lainnya," kata Luli.

Pelayanan dilanjutkan dengan audiensi bersama perangkat Desa Sriwedari.

Sekretaris Desa Sriwedari, Danang Susila Kurniawan mengungkapkan, permasalahan desa tidak hanya sebatas kriminalitas, tetapi juga gangguan ketertiban seperti pembuangan sampah sembarangan, pohon tumbang yang mengancam keselamatan, hingga maraknya perburuan liar (ayam) pada sore hari.

"Kami berharap pihak kepolisian bisa mendampingi penyusunan Peraturan Desa (Perdes), khususnya terkait mengurung hewan ternak dan pelestarian lingkungan, agar memiliki dasar hukum yang kuat dan memberikan efek jera tanpa melanggar aturan yang lebih tinggi," terang Danang.

Selain itu, menjelang ramadan dan Idulfitri, kewaspadaan ditingkatkan terhadap potensi gesekan antarwarga seperti tawuran antar kampung, penggunaan knalpot brong, hingga tradisi berbahaya seperti perang sarung, penyulutan petasan, dan penerbangan balon udara marak terjadi.

Untuk itu, dirinya berharap pihak kepolisian lebih aktif menekankan kepada masyarakat untuk sosialisasi lebih sering, seperti melakukan langkah proaktif berupa pembuatan flyer edukasi melalui media sosial dan pemasangan banner.

"Komunikasi juga akan diperkuat melalui takmir masjid agar pesan kamtibmas sampai langsung kepada para jemaah," lanjutnya.

Sebagai bentuk pelayanan publik yang nyata, Polresta Magelang menyediakan layanan melalui call center 110 atau nomor whatsapp yang tertera dalam media sosial Polresta Magelang dan membuka akses komunikasi langsung bagi para kadus untuk melaporkan kejadian secara real time.

Selain upaya pencegahan, Polri juga menjalankan sisi humanis melalui pemberian paket sembako bagi warga kurang mampu yang dijumpai di jalan sejak awal Januari. Secara keseluruhan, sinergi ini menegaskan komitmen Polri untuk hadir secara terbuka dan tanpa biaya, mendorong masyarakat agar lebih peka melapor, serta mengajak perangkat desa menjadi jembatan informasi demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Muntilan.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar