Lomba Tari Kreasi Nusantara 2026 Jadi Wadah Pelestarian Budaya Berbasis Digital

Dilihat 25 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Tari Kreasi Nusantara Tahun 2026 sebagai upaya nyata dalam melestarikan budaya bangsa sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi digital untuk menjaga warisan budaya Indonesia. Kegiatan berlangsung di Tourism Information Center (TIC) Borobudur, Sabtu (20/6/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto mewakili Bupati Magelang saat membuka Lomba Tari Kreasi Nusantara Tahun 2026.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Magelang, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ruang kreasi seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kecintaan terhadap akar budaya bangsa tidak pernah luntur ditelan zaman," kata David.

Menurutnya, perkembangan teknologi pada era saat ini tidak lagi menjadi ancaman bagi tradisi, melainkan menjadi mitra strategis dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan. Melalui pemanfaatan teknologi digital, berbagai aset budaya dapat didokumentasikan, diarsipkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang secara lebih efektif.

David menjelaskan, Kabupaten Magelang yang dikenal dengan keberadaan Candi Borobudur dan kekayaan seni tradisi masyarakatnya, merupakan laboratorium hidup kebudayaan Nusantara. Oleh karena itu, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai inovasi, termasuk pendataan dan digitalisasi aset budaya.

"Melalui momentum lomba tari kreasi ini, kita tidak hanya menyaksikan keindahan gerak dan harmoni musik, tetapi juga melakukan digitalisasi aset budaya. Setiap koreografi, filosofi kostum, hingga aransemen musik yang ditampilkan akan menjadi bagian dari dokumentasi budaya yang dapat diakses generasi mendatang," ujarnya.

Ia menambahkan, digitalisasi budaya memiliki peran penting sebagai benteng perlindungan terhadap warisan budaya bangsa. Selain mencegah klaim pihak lain terhadap kekayaan budaya Indonesia, langkah tersebut juga membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mencintai budaya melalui teknologi yang akrab dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Meski demikian, David mengingatkan pentingnya penghormatan terhadap hak cipta dalam setiap karya seni. Setiap bentuk inovasi, kreasi, aransemen musik, maupun koreografi tetap harus mencantumkan nama pencipta asli.

"Kita harus terus berinovasi, namun tetap menghormati hak-hak para pencipta karya. Setiap penggunaan atau penayangan karya wajib mencantumkan nama pencipta aslinya sebagai bentuk penghargaan terhadap karya intelektual," pesannya.

David juga mengajak para peserta untuk mengikuti kompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat berkarya. Menurutnya, para penari merupakan duta budaya yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi di tengah perkembangan zaman.

"Indonesia adalah bangsa yang kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga siap menghadapi masa depan. Kita tidak gagap teknologi, justru memanfaatkan teknologi untuk memuliakan tradisi," ungkapnya.

Ketua Pelaksana, Retno Cristanti menyampaikan, Lomba Tari Kreasi Nusantara Tahun 2026 diikuti sebanyak 302 peserta yang terbagi dalam 126 penampilan, terdiri dari 80 penampilan tunggal dan 45 penampilan kelompok. 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti, Kabupaten/Kota Magelang, Semarang, Cirebon, Tegal, dan lainnya. 

Menurut Retno, lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni tari, tetapi juga sarana pembentukan karakter generasi muda melalui kecintaan terhadap budaya bangsa.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi yang berbakat, berbudaya, dan berkarakter. Seni tari dapat menanamkan nilai-nilai disiplin, kecintaan terhadap tanah air, serta kebanggaan terhadap seni dan budaya lokal," harapnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Bukan cuma admin medsos yang harus bisa bikin konten. 😎 Kontributor berita OPD juga perlu jago menulis, bercerita, dan mempublikasikan kinerja pemerintah agar informasi sampai ke masyarakat dengan jelas. Hari ini mereka belajar langsung di Kelas Belajar Humas #2. Karena kerja baik saja belum cukup… Kerja baik juga perlu dipublikasikan. ✨ #kelasbelajar #humas #magelang ♬ original sound - kominfomagelang