Upaya Strategis Promosi Pariwisata

Dilihat 51 kali
Kondisi faktual destinasi wisata selaras dengan promosi akan menjadikan wisatawan semakin nyaman menikmati aktivitasnya.

Mulai tahun ini pemerintah dan para pelaku industri mulai tancap gas untuk menggencarkan promosi pariwisata Indonesia. Untuk itu berbagi kegiatan di banyak daerah mulai disiapkan dalam rangka menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Fokus pada promosi ini didorong keinginan untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata serta berorientasi pada target meraih capaian kunjungan wisatawan yang diharapkan.  


Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana juga menegaskan fokus pemerintah pada 2025 yang telah dilakukan adalah penekanan pada pariwisata berkualitas khusunya pada gastronomi (makanan sesuai budaya setempat), kebugaran dan bahari. Kebijakan tersebut terbukti dapat mendongkrak kunjungan wisatawan.


Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan wisman ke Indonesia, sepanjang Januari sampai dengan November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan. Angka itu tumbuh 10,44 persen dikomparasikan tahun sebelumnya dalam periode yang sama. Untuk tahun 2026 pemerintah juga akan menambah fokus pariwisata berkualitas pada promosi pariwista tematik yang mencakup wisata wastra, seni, desain, budaya, dan religi. Di samping itu kinerja desa wisata juga akan terus dioptimalkan (Kompas, 8/1/2026). 

 

Pengelolaan Berkelanjutan

Pada dasarnya pembangunan sektor pariwisata merupakan bagian dalam arah pembangunan ekonomi jangka panjang, yaitu dengan terus mengelaborasikan dan meningkatkan daya saing global perekonomian, yang bertumpu pada peningkatan produktivitas dan inovasi. Pengelolaan dilakukan secara berkelanjutan melalui kontinuitas perbaikan kapabilitas sumber daya manusia, penciptaan penguasaan dan aplikasi teknologi, juga dukungan stabilitas ekonomi maupun penyediaan berbagai infrastruktur.


Pembangunan pariwisata yang bersifat multisektoral dan multidimensi akan mendukung sasaran bidang ekonomi, yaitu terwujudnya kondisi perekonomian yang didukung aktivitas sektor riil yang berdaya saing, berdaya tahan, dan berkeadilan. Sedangkan program pembangunan nasional yang akan direalisasikan tak lain yaitu untuk memantik bangkitnya sektor riil (Sedarmayanti, 2014).


Untuk bisa mewujudkan sektor pariwisata sesuai dengan harapan tentunya tidak bisa lepas dari determinasi utama yaitu aspek promosi. Promosi sebagai kegiatan penyampaian informasi terkait suatu produk baik itu barang atau jasa, pada umumnya diimplementasikan  melalui  cara yang menarik sehingga publik akan tertarik bergabung.  


Strategi promosi dan pemasaran yang dilaksanakan industri pariwisata bertujuan meningkatkan minat berkunjung wisatawan baik domestik maupun mancanegara, melalui elaborasi banyak aktivitas promosi dan atraksi wisata. Bidang Pemasaran Pariwisata memiliki peran sentral dalam merancang perencanaan umum serta menyusun petunjuk teknis untuk pelaksanaan operasional pemasaran.


Strategi tersebut dapat meliputi beberapa tahapan, mulai dari elaborari promosi yang terintegrasi di dalam maupun luar negeri hingga penyelenggaraan atraksi dan kolaborasi strategis dengan lembaga pariwisata lainnya. Selain itu, peran bidang pemasaran pariwisata juga sangat signifikan sebagai pengelola pusat informasi pariwisata yang siap memberikan pelayanan informasi komprehensif tentang destinasi bagi wisatawan. Program ini juga berperan dalam penyiapan infrastruktur dan promosi untuk menstimulasi aktitas pariwisata yang berlangsung di daerah.


Strategi promosi pariwisata tersebut memiliki peran signifikan dalam membangun citra destinasi wisata. Melalui promosi yang efektif, wisatawan akan tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata potesial. Di samping itu dengan promosi persuasif juga dapat berimbas pada jangkauan pasar pariwisata yang lebih luas.  


Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, dapat dilakukan berbagai strategi promosi di antaranya yaitu, pertama, optimalisasi media sosial. Saat ini media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal dalam membantu promosi destinasi wisata. Banyak opsi dari platform digital yang dapat dimanfaatkan seperti instagram, facebook, dan twitter ini secara langsung terkoneksi dengan wisatawan, sehingga berbagai informasi destinasi wisata yang menarik akan dapat mudah diakses oleh wisatawan.  


Kedua, penggunaan konten visual. Berbagai konten visual baik itu video maupun foto yang dikemas dengan estetika menarik memilik daya tarik luar biasa bagi wisataran. Dengan menghasilkan konten visual yang berkualitas akan memberikan piktoral baik keindahan alam, atraksi budaya, kuliner, dan sebagainya sehingga membangun minat serta keinginan wisatawan untuk mengunjungi tempat tersebut.


Ketiga, pengembangan paket promosi pariwisata. Pengembangan paket promosi pariwisata yang menarik dan terjangkau harganya akan dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata yang diinginkan. Paket komprehensif yang mencakup transportasi, akomodasi, dan atraksi wisata, dapat memberikan nilai tambah bagi wisatawan juga membuat perencanaan perjalanan menjadi lebih mudah.


Keempat, partisipasi pameran pariwisata. Pameran pariwisata merupakan platform yang ideal untuk menyosialisasikan dan memperkenalkan destinasi pariwisata kepada publik. Partisipasi aktif dalam eksibisi atau pameran pariwisata baik lokal, regional, nasional, sampai internasional. akan menjadikan daya tarik tersendiri, sehingga destinasi wisata semakin dikenal dalam skala luas. Kiat ini dapat juga menjadikan sarana memperluas jaringan promosi.


Kelima, merajut relasi kemitraan dengan agen perjalanan. Merajut kemitraan dengan agen perjalanan memiliki nilai lebih terutama dalam membantu destinasi wisata guna meningkatkan sebaran informasi terkait distribusi paket perjalanan dan menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan bekerja sama dengan agen perjalanan akan dapat menjangkau banyak wisatawan dari berbagai penjuru.  


Satu Mata Rantai

Berbagai kiat strategis tersebut dapat diimplementasikan dalam satu kesatuan yang terintegasi. Masing-masing saling berkelindan sebagai satu mata rantai yang merekatkan kiat promosi berkelanjutan yang tidak pernah putus sepanjang waktu. Promosi tidak akan berhenti walaupun sudah menunjukkan hasil signifikan. Upaya untuk terus mengencarkan promosi perlu terus dilakukan sebagai suatu gerakan pariwisata.


Adapun yang perlu diingat promosi akan dapat berjalan efektif apabila diimbangi dengan infrastruktur yang memadai dan kompetensi SDM yang baik. Promosi yang gencar hanya akan efektif dan berkelanjutan jika didukung oleh elemen-elemen fundamental yang satu sama lain saling terkait dalam satu bagian integral.


Promosi berfungsi sebagai pintu gerbang yang mengundang wisatawan, sedangkan infrastruktur dan kompetensi SDM adalah pondasi yang menahan dan melayani mereka selama berkunjung di destinasi wisata. Upaya yang terintegrasi, dimana promosi berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur dan kompetensi SDM merupakan kunci keberhasilan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.


Penulis: Drs. Ch. Dwi Anugrah, M.Pd., Guru Seni Budaya SMK Pariwisata Wiyasa  Magelang 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar