Silaturahmi dan Pembinaan Rohani Warnai Halal Bihalal Organisasi Wanita di Magelang

Dilihat 35 kali

BERITAMAGELANG.ID - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di GOR Gemilang, Komplek Setda Kabupaten Magelang, Rabu (15/4/2026). Ratusan perempuan dari berbagai organisasi wanita berkumpul dalam kegiatan pembinaan rohani dan halal bihalal yang mempertemukan Tim Penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Magelang.

Mengusung tema "Merajut Silaturahmi dan Menguatkan Iman untuk Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Keluarga Sejahtera", kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen usai Hari Raya, tetapi juga ruang refleksi peran perempuan di tengah tantangan zaman.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menyampaikan, silaturahmi bukan hanya tradisi sosial, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam.

"Silaturahmi dapat memperpanjang usia dan membuka pintu rezeki. Ini menjadi kekuatan sosial yang harus terus kita jaga," ujar Grengseng. 

Ia juga mengingatkan, iman harus menjadi kompas moral dalam kehidupan, terutama dalam membentengi keluarga dari berbagai pengaruh negatif, terlebih di era digital yang penuh tantangan. Menurutnya, perempuan memegang peran strategis sebagai tiang negara sekaligus pembentuk karakter generasi penerus bangsa.

"Pemberdayaan perempuan bukan berarti menghilangkan kodratnya, tetapi bagaimana perempuan semakin cerdas secara emosional, mandiri secara ekonomi, dan matang secara spiritual," kata Grengseng.

Lebih lanjut, Grengseng menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mendukung program pembangunan, termasuk upaya penanganan stunting. Ia menilai, keluarga yang sejahtera dan berkualitas akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat dan unggul.

Ketua Panitia Penyelenggara, Ida Iwan Sutiarso menuturkan, kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai ruang temu yang sarat makna bagi para perempuan lintas organisasi. Ia menjelaskan, kolaborasi antara TP PKK, GOW, dan Dharma Wanita Persatuan dalam kegiatan ini menjadi cerminan kuatnya semangat kebersamaan yang terus dijaga dari waktu ke waktu.

Menurutnya, momentum bulan Syawal menjadi waktu yang tepat untuk kembali merajut hubungan yang mungkin sempat renggang oleh kesibukan masing-masing. 

"Saya berharap kegiatan ini mampu menghadirkan energi baru bagi para anggota organisasi untuk kembali aktif, produktif, dan saling menguatkan," kata Ida. 

Tak hanya soal silaturahmi, Ida juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat fondasi keluarga melalui nilai-nilai keimanan. Ia menilai, perempuan memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai moral, membangun ketahanan keluarga, sekaligus menciptakan lingkungan yang harmonis di tengah dinamika kehidupan modern.

"Perempuan hari ini tidak hanya dituntut berdaya secara sosial dan ekonomi, tetapi juga harus memiliki kekuatan iman sebagai landasan dalam menjalankan perannya di keluarga. Dari keluarga yang kuat, akan lahir generasi yang berkualitas," ujarnya.

Rangkaian acara semakin khidmat saat tausyiah disampaikan oleh KH Khudaifah. Ia mengajak para peserta untuk kembali memaknai peran perempuan dalam perspektif spiritual yang lebih dalam.

Dalam penyampaiannya, ia menggambarkan sosok wanita sholehah bukan hanya sebagai pribadi yang taat secara ibadah, tetapi juga sebagai sumber ketenangan dalam keluarga. Perempuan, menurutnya, memiliki kekuatan besar dalam membentuk suasana rumah tangga yang penuh kasih, sekaligus menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya.

"Wanita sholehah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Ia menjadi penyejuk hati bagi suami dan tempat pertama anak-anak belajar tentang kehidupan," tuturnya.

Ia menambahkan, keterlibatan perempuan dalam organisasi hendaknya tidak semata-mata berorientasi pada aktivitas sosial, tetapi juga dilandasi niat ibadah dan nilai-nilai keimanan. Dengan demikian, setiap peran yang dijalankan tidak hanya memberi manfaat secara duniawi, tetapi juga bernilai pahala.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai spiritual tidak hanya berhenti dalam forum seremonial, tetapi mampu diwujudkan dalam kehidupan nyata.

"Sebab, dari keluarga yang kuat dan perempuan yang berdaya, lahir masyarakat yang harmonis dan masa depan bangsa yang lebih baik," kata dia.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar