Viral Bunga Tabebuya Bermekaran, Magelang Serasa di Jepang

Dilihat 2390 kali
Pohon Tabebuya di Dusun Ngletoh Desa Payaman Kecamatan Secang mendadak viral, karena susana yang mirip negeri Sakura di Jepang.

BERITAMAGELANG.ID - Dusun Ngletoh Desa Payaman Kecamatan Secang mendadak viral. Ratusan warga dari berbagai wilayah di Magelang dan sekitar, berduyun-duyun ke dusun ini, sekedar untuk ber swafoto. Mereka datang untuk foto dengan latar belakang deretan pohon Tabebuya yang bunganya saat ini sedang bermekaran. Bunga Tabebuya mirip seperti bunga Sakura di Jepang.


Bunga warna merah muda dan putih yang bermekaran di kanan kiri jalan, menjadikan tempat ini sangat indah dipandang mata. Apalagi cuaca yang cerah cukup mendukung, langit biru dan nun jauh di sana terlihat view gunung Sumbing dan sebelahnya hamparan sawah menghijau dan padi yang sudah menguning.


Tempat ini mendadak viral setelah Herman Fardiyanto, seorang konten Kreator mengunggah tempat ini lewat media sosial IG melalui akun @hfphotographyy14, pada Senin (30/10/203). Dalam IG itu, di-posting unggahan video deretan pohon Tebebuya yang bunganya bermekaran. Video itu diberi caption "Yuk kesini mumpung masih berbunga". Di video itu nampak seorang gadis cantik bersepeda menyusuri jalan penuh bunya Tabebuya. Di sana juga disebut lokasi pengambilan gambar yakni di Ngletoh Payaman.


Herman yang ditemui di lokasi mengemukakan, dirinya menemukan tempat ini secara tidak sengaja. Ia yang berprofesi sebagai kreator video setiap hari selalu mencari view atau pemandangan untuk dibuat video, kemudian diunggah di media sosialnya. 


"Saya tidak sengaja lewat sini dan pemandangannya sangat bagus. Banyak pohon Tabebuya yang bunganya sedang bermekaran mirip Sakura di Jepang," ucapnya.


Kemudian ia membuat konten bersama dengan temannya, Anisha. Kebetulan, di dusun itu ada warga yang memiliki mobil VW dan sepeda. 


"Jadi saya pinjam untuk bikin video. Saya bikinnya Senin pagi dan siangnya saya unggah. Tidak tahunya langsung viral," ujarnya.


Herman mengatakan, setelah video bunga Tabebuya diunggah, viewersnya langsung bertambah sekitar seribu orang. Saat ini, pengikutnya berjumlah 184 ribu orang.


Sebagai konten kreator video, Herman berharap di Magelang banyak tempat-tempat semacam ini, yang dapat menunjang pariwisata. 


"Magelang kan sudah trademark dengan Tabebuya, maka sebaiknya di tempat-tempat lain juga di tanam pohon semacam ini. Ini benar-benar keren dan cocok di Magelang," katanya.


Pohon Tabebuya di Dusun Ngletoh, menurut Fauzan, tokoh masyarakat setempat, ditanam sejak 6 tahun lalu. Pohon ini ditanam secara swadaya atau patungan dari warga. 


"Ada yang menyumbang lima ribu, sepuluh ribu, kalau ekonominya bagus ya menyumbangnya lebih dari itu," jelasnya.


Setelah uang terkumpul banyak, ia bersama dengan warga lainnya membeli bibit di Candimulyo. Warga memang sepakat menanam pohon Tabebuya dengan tujuan sebagai pohon pelindung. Ia mengatakan, jalur jalan dusun dari jalan besar menuju  menuju Dusun Ngletoh cukup panas karena tidak ada pohon perindang. 


Pemilihan Pohon Tabebuya juga karena terinspirasi dari banyaknya pohon Tabebuya yang ditanam di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang. Seperti di Sawitan seputaran Pemkab Magelang, sepanjang jalur jalan dari Armada hingga Keprekan dan Kota Magelang.


Fauzan mengatakan, sebenarnya pohon Tabebuya sudah sering berbunga. Hanya saja, tahun-tahun lalu, pohonnya masih kecil dan berbunga masih sedikit. Baru tahun ini, pohonnya sudah semakin besar dan bunganya mendominasi setiap pohon. 


"Jadi banyak bunganya daripada daun. Tahun ini memang sangat bagus," kata Fauzan.


Zuny Prasetya, warga Bandongan, mengaku sengaja datang ke Dusun Ngletoh untuk menikmati pemandangan bunga tabebuya bermekaran. Dia mengetahui informasi tersebut dari Instagram. Karena sudah ada unggahan yang memperlihatkan suasana jalan layaknya di Jepang. 


“Kami nyoba ke sini. Ternyata sampai sini, udah ramai banget,” paparnya. 


Zuny menuturkan, baru pertama kali melihat suasana indah yang menyuguhkan mekarnya bunga tebebuya. Bahkan, dia bersama tiga temannya sengaja mengajak seorang fotografer untuk mengabadikan momen tersebut. 


Ia berekspektasi lokasinya sepi seperti yang nampak di Instagram. 


"Ternyata sudah ramai seperti ini," ujarnya.


Dewi, warga Payaman juga sengaja datang bersama dengan temannya. Ia bahkan sudah dua kali berkunjung ke lokasi ini. 


"Yang kemarin saya bawa kostum ala-ala Jepang, sekarang ala-ala Korea, hahaha....," ujarnya sambil tertawa senang.


Dewi terlihat begitu menikmati suasana di lokasi itu. Entah sudah berapa jepretan foto yang dihasilkan. Ia nampak tidak bosan mengabadikan diri dengan view bunga Tabebuya yang memang terlihat sangat indah. 


"Ah, pokoknya tidak bosan, apalagi langitnya biru dan ada hamparan sawah," katanya.


Meskipun saat berfoto, dirinya harus hati-hati, karena pohon Tabebuya ini ditanam di pinggir jalan dan banyak aktivitas warga yang berkendara. 


"Tapi foto di sini relatif lebih aman dibanding di pinggir jalan besar yang ramai lalu lintas. Kalau di sini relatif lebih sedikit kendaraan yang lalu lalang. itupun kendaraan-kendaraan kecil," jelasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar