BERITAMAGELANG.ID - Masalah kesehatan lambung kian marak dikeluhkan oleh masyarakat, terutama generasi muda. Banyak yang mengaitkan timbulnya rasa perih di perut hingga sesak di dada akibat stres atau kecemasan yang berlebihan. Hal tersebut dapat memicu timbulnya penyakit GERD yang bisa mengancam siapa saja dan kapan saja.
Hal tersebut diungkapkan dokter umum RSUD Bukit Menoreh, dr. Ariska Daning Yudikratri dalam program Jamus Gemilang di LPPL Radio Gemilang FM, Kamis (25/6/2026).
"Saya akan meluruskan salah kaprah yang sering terjadi di masyarakat mengenai diagnosis mandiri (self-diagnosis) antara maag biasa dan GERD. GERD adalah penyakit yang disebabkan karena adanya refluks atau aliran balik isi lambung ke kerongkongan (esofagus). Hal ini terjadi karena fungsi katup pembatas antara lambung dan kerongkongan sudah melemah," jelas dr. Ariska.
GERD memiliki dua gejala utama yang sangat khas, yaitu heartburn (sensasi panas terbakar di dada) dan regurgitasi (rasa asam atau pahit yang naik ke mulut, bahkan hingga memicu muntah).
Sementara itu, sakit maag biasa umumnya hanya ditandai dengan nyeri di ulu hati dan perut terasa penuh atau begah setelah makan.
Gejala penyerta GERD lainnya yang sering diabaikan meliputi batuk kronis, sering berdehem, bersendawa, sesak napas, hingga sensasi mengganjal di tenggorokan.
Menjawab keresahan masyarakat mengenai benarkah stres bisa memicu asam lambung, dr. Ariska membenarkan hal tersebut secara medis. Di dalam tubuh manusia terdapat sistem komunikasi dua arah antara otak dan saluran pencernaan yang disebut dengan Gut-Brain Axis.
"Ketika seseorang mengalami stres, otak akan melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, serta mengubah aktivitas saraf. Kondisi ini secara langsung membuat saluran pencernaan menjadi jauh lebih sensitif. Akibatnya, gejala lambung yang seharusnya biasa saja bisa terasa jauh lebih berat dan menyiksa saat seseorang sedang banyak pikiran atau cemas," lanjut dr. Ariska.
Hubungan ini bersifat timbal balik. GERD yang sering kambuh dapat menurunkan kualitas hidup, mengganggu pola makan, dan memicu insomnia. Pada akhirnya, keluhan fisik yang tak kunjung sembuh ini akan menyebabkan stres berkepanjangan dan kecemasan bagi penderitanya. Untuk mengendalikan gejala GERD agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, dr. Ariska membagikan kiat praktis berupa rumus 4P yang wajib diterapkan:
1. Pola Makan: Makan secara teratur dengan porsi secukupnya dan tidak berlebihan. Jika sedang mual, makanlah dengan porsi kecil namun sering.
2. Posisi Setelah Makan: Jangan langsung berbaring setelah makan. Berikan jeda waktu sekitar 2 hingga 3 jam. Saat tidur, posisi bantal sebaiknya diatur lebih tinggi untuk mencegah asam lambung naik.
3. Pola Tidur: Menjaga waktu tidur yang cukup, idealnya 7 sampai 8 jam sehari, serta menghindari kebiasaan begadang.
4. Pikiran: Mengelola stres dengan baik melalui relaksasi, meditasi, beribadah, berolahraga, atau bercerita (curhat) kepada orang terdekat.
Pihak medis juga mengimbau masyarakat untuk tidak meremehkan GERD dengan terus-menerus mengonsumsi obat warung tanpa resep dokter dalam jangka panjang. Asam lambung yang terus naik tanpa penanganan tepat dapat menyebabkan peradangan kronis pada kerongkongan atau esofagitis, yang dalam jangka panjang bisa memicu kerusakan struktur kerongkongan yang lebih parah.
dr. Ariska juga meluruskan mitos pengobatan herbal yang populer, seperti meminum perasan jeruk nipis hangat dicampur madu saat GERD kambuh. Sifat jeruk nipis yang asam justru berisiko tinggi membuat lambung semakin perih dan memperparah gejala.
"Kesehatan fisik dan emosi itu saling bertaut. Jika ada keluhan dada kiri terasa panas menembus punggung, sesak, lemas, hingga keluar keringat dingin, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan apakah itu gejala GERD atau indikasi serangan jantung. Jangan mendiagnosis diri sendiri," pungkasnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi dan penanganan medis lebih lanjut, RSUD Bukit Menoreh Kabupaten Magelang yang berlokasi di Jalan Magelang-Purworejo KM 15, Salaman, siap melayani melalui jajaran tenaga medis profesional dan fasilitas yang lengkap.
@kominfomagelang Posyandu sekarang bukan cuma soal timbang balita, lho! 👶👵 Lewat Posyandu 6 SPM, pelayanan menjangkau semua usia, termasuk para lansia. Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Magelang melakukan monitoring di Desa Salaman dan Desa Margoyoso, sekaligus mengecek kesiapan Kecamatan Salaman yang akan mewakili Kabupaten Magelang dalam lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Tengah.
♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar