Desa Borobudur Terima Bantuan Kendaraan untuk Kelola Sampah

Dilihat 20 kali

BERITAMAGELANG.ID - Upaya memperkuat pengelolaan sampah di kawasan Borobudur terus mendapat dukungan berbagai pihak. Pemerintah Desa Borobudur menerima bantuan sarana pengangkut sampah berupa satu unit mobil L300 dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Walubi dan satu unit kendaraan roda tiga dari Taman Wisata Borobudur (TWB).

Bantuan tersebut diharapkan semakin mendukung pengelolaan sampah di Desa Borobudur yang menjadi salah satu lokasi percontohan program Sampah Tuntas Desa di Kabupaten Magelang.

Kepala Desa Borobudur, Anwar Ujang Maryadi Lukman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Walubi dan TWB yang telah memberikan dukungan sarana pengangkut sampah.

Menurutnya, tambahan kendaraan tersebut akan meningkatkan kinerja pengelola TPS3R Lohjinawi dalam melakukan pengangkutan sampah dari wilayah Desa Borobudur.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Walubi yang telah memberikan satu mobil angkutan untuk pengambilan sampah di wilayah Desa Borobudur, dan juga kepada TWB yang telah memberikan satu kendaraan roda tiga untuk pengambilan sampah," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Desa Borobudur terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui sosialisasi dan edukasi. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat agar pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab bersama.

"Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat, berkah, dan membuat pengelolaan sampah di Desa Borobudur menjadi lebih baik. Semoga sinergi antara Walubi, TWB, dan Pemerintah Desa Borobudur semakin mempererat kerja sama antarpihak di wilayah Desa Borobudur," harapnya.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menegaskan, penanganan sampah di Kabupaten Magelang akan dilakukan dengan pendekatan berbasis wilayah dengan memperkuat peran serta masyarakat.

"Penanganan sampah di Kabupaten Magelang akan kita lakukan berbasis wilayah, tidak berbasis dinas. Support dan peran serta masyarakat akan kita tingkatkan. Yang selama ini masyarakat sebagai objek, kita ubah menjadi subjek," tegasnya.

Melalui program Sampah Tuntas Desa, masyarakat perlu ditempatkan sebagai bagian utama dalam upaya menjaga kebersihan dan mengelola sampah di lingkungannya. Pemerintah desa diharapkan menjadi motor penggerak dalam mengonsolidasikan masyarakat agar mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.

Bupati menilai, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh dukungan pemerintah, industri, maupun teknologi, tetapi terutama oleh tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat.

"Kuncinya adalah kesadaran kolektif di masyarakat. Harapannya, melalui program ini akan muncul kesadaran masyarakat untuk menangani sampah secara mandiri, sampai sampah benar-benar bisa terkelola dan memiliki nilai ekonomi," jelasnya.

Bupati menjelaskan, Desa Borobudur dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan karena pengelolaan sampah di kawasan tersebut memiliki dampak yang luas. Kebersihan Borobudur tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga berhubungan erat dengan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, kebersihan kawasan Borobudur akan berpengaruh terhadap kenyamanan wisatawan sekaligus membentuk persepsi publik terhadap Kabupaten Magelang. Sebagai salah satu destinasi wisata penting, Borobudur menjadi salah satu wajah Kabupaten Magelang yang harus dijaga bersama.

Karena itu, Bupati berharap program Sampah Tuntas Desa tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dikembangkan melalui tata kelola dan perencanaan yang baik. Setiap perkembangan program juga perlu dicatat dan dievaluasi secara berkala.

Bupati optimistis pengelolaan sampah yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat dapat memberikan dampak positif bagi Desa Borobudur, termasuk membuka peluang ekonomi sekaligus mendukung terwujudnya desa yang lebih mandiri.

Perwakilan DPP Walubi, Rudi Hendrata mengatakan, pemberian satu unit mobil sampah L300 kepada Pemerintah Desa Borobudur merupakan bentuk dukungan Walubi dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Magelang.

"Kami berharap dengan adanya tambahan satu mobil ini dapat meningkatkan produktivitas pengelolaan sampah di area Borobudur dan sekitarnya," ujarnya.

Rudi berharap, sinergi antara Walubi, Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Desa Borobudur, dan berbagai pihak lainnya dapat semakin erat sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Utama Taman Wisata Borobudur, Mardiono menambahkan, bantuan kendaraan roda tiga merupakan bentuk dukungan TWB terhadap upaya menjaga kebersihan kawasan Borobudur.

"Kami berharap ini bermanfaat untuk kawasan, tidak hanya di sekitar area kami, tetapi juga untuk wilayah Borobudur yang cukup luas," ungkapnya.

Sinergi Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Desa Borobudur, Walubi, TWB, dan masyarakat tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kawasan Borobudur yang bersih, tertata, nyaman, dan memiliki pengelolaan sampah berkelanjutan.

Lebih dari itu, pengelolaan sampah yang semakin baik diharapkan dapat memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kemandirian masyarakat di kawasan Borobudur.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang