Siswa SMP Negeri 2 Borobudur Juara 2 Kompetisi Roket Air Nasional

Dilihat 34 kali
Di halaman sekolah, Muhammad Luthfi Zaidan GW, siswa SMP Negeri 2 Borobudur, Kabupaten Magelang, bersama kepala sekolah dan pembimbing.

BERITAMAGELANG.ID - Muhammad Luthfi Zaidan GW,  siswa SMP Negeri 2 Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berhasil menyabet gelar Juara 2 Nasional pada ajang Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2026, dan berhak melaju ke ajang Kompetisi Roket Air (KRA) Internasional pada Oktober 2026, di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Muhammad Luthfi Zaidan GW mengaku senang karena bisa memenangkan kompetisi tersebut.

"Roket air sederhana yang meraih juara dua tersebut, dibuat dari bahan botol plastik, karton, kardus, dop, dan plastisin," ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Sedangkan alat yang digunakan, adalah gunting, lem, solder, dan peralatan lain untuk mendukung pembuatan roket air tersebut.

"Ini prestasi membanggakan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Magelang yang diukir Muhammad Luthfi Zaidan GW," tegas Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Borobudur, Kabupaten Magelang, Ahyar.

Diketahui, siswa SMPN 2 Borobudur, Muhammad Luthfi Zaidan GW, berhasil menyabet gelar Juara 2 Nasional pada ajang Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2026 yang diselenggarakan oleh PT Langit Biru Anak Bangsa Indonesia (LABIABA) di Lapangan VDEC Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).

Keberhasilan ini, lanjut Ahyar, mengantarkan Muhammad Luthfi Zaidan GW masuk dalam jajaran 25 peserta terbaik nasional. Kamudian ia berhak melaju ke ajang Kompetisi Roket Air (KRA) Internasional,   dijadwalkan pada pertengahan Oktober 2026 di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Ajang KRAN 2026, diikuti peserta pilihan dari berbagai wilayah Indonesia. Seluruh peserta diuji kemampuannya dalam melakukan pembuatan roket air secara presisi, hingga meluncurkan roket guna mencapai titik sasaran yang telah ditentukan oleh panitia, yaitu 60 meter dengan diameter 10 meter. 

"Atas capaian prestasi yang membanggakan ini, seluruh peserta didik dan guru SMP Negeri 2 Borobudur menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya yang mendalam kepada murid serta tim pembimbing Karya Ilmiah Remaja (KIR)," kata Ahyar.

Hasil yang dicapai Muhammad Luthfi Zaidan merupakan bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, serta ketekunan siswa dan pembimbing KIR dalam mendalami sains dan teknologi.

Pembimbing KIR SMP Negeri 2 Borobudur, Muna Maya mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas pencapaian anak didiknya tersebut.

"Karena perjuangan Luthfi dan tim dalam mempersiapkan diri menjelang kompetisi, sangat luar biasa. Mulai dari latihan konsistensi peluncuran, penyesuaian tekanan air dan udara, hingga perhitungan sudut luncur dilakukan dengan tekun dan teliti. 

Kami sangat bangga melihat semangat pantang menyerah yang ia tunjukkan hingga akhirnya berhasil meraih posisi kedua di tingkat nasional," tutur Muna Maya.

Ia menambahkan, persiapan intensif akan terus dilanjutkan untuk menghadapi ajang internasional di Malaysia.

"Evaluasi dari perlombaan di Malang akan menjadi bahan perbaikan kami. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar sekolah serta masyarakat agar di tingkat internasional nanti Luthfi dapat tampil optimal dan memberikan hasil terbaik," tambahnya.

Secara terpisah, Direktur LABIABA Indonesia, Sri Siskawati memberi apresiasi tinggi kepada seluruh pemenang dan peserta yang telah berlaga di tingkat nasional. Khususnya kepada Muhammad Luthfi Zaidan dari SMPN 2 Borobudur yang berhasil membuktikan kemampuannya hingga meraih posisi kedua nasional. 

"Dan, bagi pemenang juara 1, 2, dan 3 akan difasilitasi oleh LABIABA," ungkap Sri Siskawati.

Ia menambahkan, kegiatan kompetisi roket air, dirancang untuk menjaring bibit-bibit unggul di bidang sains yang mampu bersaing secara global.

"Keberhasilan para peserta masuk dalam 25 besar nasional, menjadi modal melangkah ke babak internasional di USIM Malaysia. Kami berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama bangsa," pungkasnya. 

Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2026 adalah ajang adu kreativitas, sains, dan teknologi dirgantara bagi pelajar di Indonesia, bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan inovasi pelajar, dan mengenalkan dasar ilmu aerodinamika dan teknologi antariksa lewat praktik pembuatan roket dari botol plastik dan air, nantinya menjadi wadah lahirnya calon ilmuwan serta insinyur masa depan.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 👧🧒✨ 1.217 anak dari seluruh Kabupaten Magelang berkumpul dalam Puncak Hari Anak Nasional ke-42 dengan tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”. Bersama, Pemkab Magelang dan seluruh OPD berkolaborasi menghadirkan ruang yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak demi mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan daerah. 🇮🇩❤️ Karena masa depan Magelang dimulai dari anak-anak hari ini! 🌟 #HAN2026 #HariAnakNasional #KabupatenMagelang #Magelang #AnakIndonesia ♬ original sound - kominfomagelang