BERITAMAGELANG.ID - Banyak orang kerap menganggap kondisi lelah hanya sebagai kelelahan biasa akibat aktivitas harian. Padahal, gejala-gejala yang muncul bisa jadi merupakan indikasi awal dari kondisi anemia atau kurang darah yang memerlukan penanganan medis tepat. Masyarakat diimbau untuk tidak menyepelekan gejala tubuh yang mudah lelah, lemas, dan sering pusing.
Hal tersebut diungkapkan dr. Ana Roechanah, Sp.PK Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Muntilan saat menjadi narasumber dalam program acara Talkshow Jamus Gemilang di LPPL Radio Gemilang, Kamis (4/6/2026).
Mengangkat tema "Setetes Darah, Sejuta Makna: Deteksi Anemia dengan Pemeriksaan Laboratorium" dr. Ana menjelaskan, anemia sebenarnya bukan sebuah penyakit mandiri, melainkan suatu kondisi klinis yang ditandai dengan menurunnya kadar hemoglobin (HB) di bawah batas normal.
"Hemoglobin adalah protein di dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika kadar HB menurun, sel-sel tubuh tidak mendapat cukup oksigen sehingga tidak dapat berfungsi optimal. Kondisi inilah yang disebut hipoksemia," ujar dr. Ana.
Lebih lanjut, dr. Ana meluruskan salah kaprah yang selama ini berkembang luas di masyarakat, banyak orang menyamakan anemia dengan tekanan darah rendah (hipotensi). Ia menegaskan keduanya adalah hal yang berbeda. Anemia berkaitan erat dengan kualitas atau kadar HB di dalam darah, sedangkan tekanan darah rendah lebih merujuk pada kekuatan pompa jantung atau volume darah secara umum, seperti pada kasus dehidrasi.
"Secara garis besar, anemia dapat dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu gangguan atau penurunan produksi sel darah merah, kehilangan darah akibat perdarahan kronis, serta kerusakan sel darah merah yang terlalu cepat (hemolitik)," jelasnya.
Standar kadar HB normal pun berbeda-beda, sangat bergantung pada faktor usia, jenis kelamin, dan letak geografis tempat tinggal. Berdasarkan acuan studi perhimpunan dokter patologi klinik, nilai rujukan HB normal untuk laki-laki dewasa berkisar antara 13,4-17,3 gr/dl, sedangkan untuk perempuan dewasa berkisar antara 10,85-14,9 gr/dl.
Untuk mengetahui penyebab pasti anemia, pemeriksaan laboratorium memegang peranan yang sangat vital. Sebagai langkah penapisan (screening) awal, masyarakat disarankan melakukan pemeriksaan darah rutin. Jika ditemukan indikasi anemia, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan berupa evaluasi Morfologi Darah Tepi (MDT).
Melalui pemeriksaan MDT ini, tim laboratorium dapat melihat bentuk visual dari sel darah merah pasien. Apakah berbentuk kecil dan pucat (mikrositik hipokromik) yang biasanya mengarah pada anemia defisiensi besi atau indikasi awal talasemia, berbentuk normal (normositik), atau justru berukuran besar (makrositik) akibat kekurangan asam folat.
"Dengan mengetahui karakteristik sel tersebut, dokter dapat memberikan terapi obat atau suplemen yang jauh lebih akurat dan sesuai sasaran," tambahnya.
Masyarakat tidak perlu khawatir karena pemeriksaan darah untuk mendeteksi anemia ini sangat aman dilakukan oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dan ibu hamil. Terlebih, pemerintah saat ini juga tengah menggencarkan program penapisan HB bagi ibu hamil untuk mencegah risiko stunting pada anak.
Proses pemeriksaan darah rutin di RSUD Muntilan kini sudah didukung oleh teknologi canggih berupa alat hematology analyzer. Masyarakat tidak perlu mengosongkan perut atau berpuasa terlebih dahulu sebelum melakukan tes, dan hasil diagnosa sudah bisa keluar serta diketahui hanya dalam waktu satu jam saja.
"RSUD Muntilan beroperasi penuh 24 jam untuk layanan gawat darurat mengimbau warga Kabupaten Magelang agar memanfaatkan fasilitas laboratorium di pusat-pusat kesehatan terdekat demi mendeteksi anemia sejak dini. Langkah ini penting dilakukan guna mencegah terjadinya komplikasi kesehatan jangka panjang yang dapat menurunkan produktivitas masyarakat," tutup dr. Ana.
@kominfomagelang Bukan cuma admin medsos yang harus bisa bikin konten. 😎 Kontributor berita OPD juga perlu jago menulis, bercerita, dan mempublikasikan kinerja pemerintah agar informasi sampai ke masyarakat dengan jelas. Hari ini mereka belajar langsung di Kelas Belajar Humas #2. Karena kerja baik saja belum cukup… Kerja baik juga perlu dipublikasikan. ✨ #kelasbelajar #humas #magelang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar