BERITAMAGELANG.ID - Konser musik yang dihelat Jumat (30/11) malam menjadi pagelaran unik nan eksotik di kaki Gunung Telomoyo Desa Pandeyan Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Pagelaran tahunan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang ini memadukan seni tradisional warga dusun dengan seni modern generasi milenial dalam satu nafas yakni Festival Kampung Gunung 'Telomoyo Reborn'.
"Inilah festival 'Karena Cinta'", kata Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP saat menyapa penonton dari atas panggung dan disambut hangat para pengunjung.
Menurutnya, karena cinta, kedamaian dan keindahan akan tercipta.
"Karena cinta menyatukan kita semua dari setiap perbedaan yang ada. Secara khusus saya ingin mendengar lagu 'Aku Milikmu' milik Dewa," ujarnya singkat.

Lekas, tembang 'Aku Milikmu' milik grup band ibukota 'Dewa' mengalun merdu dari suara khas bintang tamu Nufi Wardana. Tidak hanya orang nomor satu di Kabupaten Magelang, penonton pun nampak larut dalam suasana syahdu konser Nufi hingga tengah malam. Sedikitnya delapan lagu ditampilkan artis yang popular melalui channel Youtube itu, salah satunya berjudul '1.600' yang merupakan hasil karya ciptaannya.
Bagi Zaenal, Festival bertajuk 'Telomoyo Reborn' ini memiliki makna luas antara interaksi manusia dan alam. Senantiasa bersyukur akan anugerah Tuhan YME dengan terus berkarya mewujudkan mimpi besar untuk kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap kita senantiasa berkerja keras bersama. Seperti anak-anak muda saat ini memunculkan ide-ide besar dengan spirit semangat mereka melahirkan kembali Telomoyo agar dikenang di seluruh jagad alam semesta dan meningkatkan ekonomi masyarakatnya," harapnya.
Telomoyo Reborn digelar selama tiga hari, mulai 30 Nopember hingga 2 Desember 2018. Berbagai kegiatan dan pagelaran menarik terangkum di dalamnya, diantaranya Lomba 'Drum Blek', kesenian tradisional, Telomoyo Costum Carnival, Akrobatik Paralayang, dan malam ini akan menghadirkan bintang tamu hits grup band 'Guyon Waton'.
"Sesuai temanya, 'Telomoyo Reborn', keberadaan Telomoyo kembali hadir dengan konsep yang lebih tertata agar wisatawan milenial bisa lebih lama tinggal di Magelang," imbuh Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso, S.Sos, M.Si.
Menurut Iwan, sebagai satu-satunya gunung yang bisa dilalui menggunakan kendaraan sampai puncak, Gunung Telomoyo juga juga satu-satunya gunung yang digunakan untuk kegiatan olahraga Paralayang dan Gantole di Jawa Tengah.
"Gunung Telomoyo tidak hanya menawarkan wisata petualangan dan keindahan alam saja, namun wisatawan juga dapat berinteraksi dengan penduduk sekitar melalui homestay yang sudah tersedia," tutupnya.
Sisi lain yang menarik dari event ini adalah interaksi tanpa batas antara wisatawan, warga dan pelaku seni usaha. Segala usia bisa menyaksikan konser musik, atau sekedar menikmati suguhan kesenian tradisional sambil menikmati jajanan dusun di antara hawa sejuk alam nan menawan.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar