BASARNAS Beri Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Dilihat 1523 kali
Pemateri sedang memperagakan cara mengatasi korban yang mengalami gagal nafas

BERITAMAGELANG.ID - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Semarang bekerja sama dengan BASARNAS Pusat menggelar Pembinaan Potensi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Wisata Surya Buana (Dewi Suba) Desa Mranggen Kecamatan Srumbung, Selasa (9/11).


Kegiatan tersebut merupakan pembinaan kepada anggota Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB) di Kawasan Rawan Bencana Kabupaten Magelang.


"Untuk kegiatan pembinaan kali ini, kami berkoordinasi dengan Unit Siaga SAR Borobudur, Mas Basuki sebagai Koordinator akan melakukannya selama 6 hari terbagi menjadi dua tempat yaitu di Desa Mranggen dan Desa Dukun Kecamatan Srumbung," kata Didit Arie Ristandy, Kasi Sumberdaya BASARNAS Semarang.


Terpilihnya dua tempat tersebut untuk melakukan kegiatan Pembinaan Potensi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan menurut Didit atas arahan dari Anggota Komisi V DPR RI. Hal itu berdasarkan pemetaan jalur bencana erupsi Gunung Merapi yang sering melewati dua wilayah tersebut.


"Jadi dua desa ini menjadi prioritas utama untuk diberikan pengetahuan dasar terkait pertolongan. Karena materi yang diberikan ini harapannya nanti akan digunakan untuk menangani jika terjadi bencana, khususnya pengungsi. Walaupun tetap kami harap hal itu tidak terjadi," lanjutnya.


Untuk kegiatan selama tiga hari pertama di Desa Mranggen yaitu sampai 10 November 2021, diikuti 25 anggota OPRB Desa Mranggen. Sedangkan di Desa Dukun akan digelar pada 11-13 November 2021 dengan peserta dari OPRB Desa Dukun.


"Ini di luar ekspektasi kami bahwa ternyata di seluruh desa yang berdekatan dengan Gunung Merapi ini sudah terdapat OPRB. Peserta ini kami anggap adalah potensi kami di BASARNAS yang nantinya membantu kami jika terjadi bencana," jelasnya.


Materi yang diberikan terkait dengan pertolongan pertama meliputi penanganan luka baik itu sayatan maupun luka dalam, cara pemindahan korban, menangani korban patah tulang dan lain sebagainya.


"Materi ini penting untuk diketahui, supaya jika nanti melakukan penanganan tidak akan salah, yang justru membuat korban lebih menderita atau lebih parah. Untuk sesi terakhir tentunya akan kita lakukan simulasi," ungkapnya.


Aziz Fuadi, Kepala Desa Mranggen menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan berguna di tengah masyarakat.


"Kegiatan ini luar biasa. Terima kasih untuk BASARNAS. Tentunya kegiatan ini nanti akan sangat berguna di tengah masyarakat terutama untuk penanganan jika terjadi korban," katanya.


Aziz menyampaikan Desa Mranggen termasuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi, sehingga pembinaan potensi sangat diperlukan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman anggota OPRB di desanya.


"Kami berharap hasil dari kegiatan tersebut nantinya peserta dapat mengaplikasikan ilmu uang didapat dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat," ujarnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar