BERITAMAGELANG.ID - Momentum Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober, belum begitu memberikan dampak langsung kepada perajin Batik. Meskipun Batik telah memberikan kontribusi terhadap dunia wisata khususnya wilayah Borobudur.
Salah satu kelompok perajin Batik di Kecamatan Borobudur, yang tergabung dalam Kelompok Batik Citra Pawon, Dusun Brojonalan Desa Wanurejo Borobudur, sejak 2015 telah memproduksi Batik untuk keperluan wisata.
Kelompok Batik Citra Pawon ini beranggotakan ibu-ibu PKK dengan anggota 11 orang.
"Awal memilih Batik ini untuk mendukung pariwisata di Dusun Brojonalan yang ada Candi Pawonnya," ucap salah satu anggota Rumahasih, Rabu (2/10).
Menurut Rumahasih, kelompoknya dulu pernah produksi skala kecil untuk batik cap, namun sekarang lebih fokus ke Batik tulis untuk paket wisata edukasi belajar membatik wisatawan.
"Untuk belajar membatik hingga finishing ongkosnya hanya Rp 25.000, harga yang sangat terjangkau," ungkapnya.
Kebanyakan yang belajar di sini wisatawan asing, sementara wisatawan lokal pelajar dari sekolah.
"Dulu pernah produksi batik cap, tapi karena keterbatasan tenaga dan modal, akhirnya hanya untuk edukasi wisata," ungkap Rumahasih.
Rumahasih mengatakan, selain di Dusun Brojolanan banyak perajin batik lainnya di Desa Wanurejo yaitu di Dusun Tingal, dengan ciri khas desain Batik, berupa stupa atau Candi Borobudur.
Harapannya, dari segi promosi dapat dibantu salah satunya adanya event khusus Batik.
"Banyak yang mengandalkan Batik sebagai penunjang sektor wisata di Borobudur, harapannya ada event yang berkaitan dengan Batik, khususnya di Hari Batik Nasional ini, sehingga dalam momentum Hari Batik Nasional dapat menggairahkan perajin Batik," papar Rumahasih.
@kominfomagelang Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.
♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar