BERITAMAGELANG.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Magelang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang menggelar kegiatan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara daring, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yang diikuti para guru atau staf administrasi pada Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Taman Kanak-kanak (TK).
Ketua Tim Sensus Ekonomi 2026 BPS Kabupaten Magelang, Ahmad Taufik menjelaskan SE2026 bertujuan menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, serta ekonomi lingkungan.
Ia juga menyampaikan, pendataan SE2026 dilakukan melalui tiga metode, yaitu Paper and Pencil Interviewing (PAPI), Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), dan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).
Kepala Subbagian Perencanaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Eko Prasetiyo mengatakan, data penting sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan.
"Data yang akurat sangat penting untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Karena itu, kami mengajak seluruh satuan pendidikan untuk berpartisipasi aktif mengisi kuesioner sesuai kondisi sebenarnya," ajaknya.
Pada sesi pagi, narasumber BPS Kabupaten Magelang, Heny Widyastuti memaparkan mekanisme pengisian kuesioner SE2026 secara daring. Materi meliputi pengecekan tautan yang dikirim melalui WhatsApp atau surat elektronik, registrasi mandiri, aktivasi akun, hingga proses pengisian kuesioner.
Sementara itu, narasumber selanjutnya, Rahayu Rachmawati menjelaskan tata cara pengisian setiap rincian kuesioner, termasuk isian yang telah terisi otomatis. Materi serupa juga diberikan kepada peserta dari satuan pendidikan TK dengan narasumber Etania dan Lutfiah Ade dari BPS Kabupaten Magelang.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Salah satu peserta, Chaerunisa dari SD Negeri Trasan, menanyakan mekanisme pengisian alamat apabila belum mengetahui informasi RT dan RW.
Selain itu, peserta lain juga mengajukan pertanyaan terkait penggunaan formulir kertas sebagai alternatif pengisian, registrasi bagi sekolah yang belum menerima tautan, pengisian data untuk sekolah yang membawahi lebih dari satu satuan pendidikan, hingga kendala penerimaan kata sandi melalui WhatsApp.
Seluruh pertanyaan dijawab langsung tim BPS Kabupaten Magelang sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme pengisian kuesioner SE2026.
Melalui kegiatan Ngibar ini, BPS Kabupaten Magelang berharap seluruh satuan pendidikan dapat menyelesaikan pengisian data Sensus Ekonomi 2026 secara lengkap, benar, dan tepat waktu. Kolaborasi antara BPS dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang diharapkan mampu mendukung tersedianya data ekonomi yang berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
@kominfomagelang 🚧🇮🇩 TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 resmi dimulai di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Selama 30 hari ke depan, TNI bersama Pemkab Magelang, Pemprov Jateng, dan masyarakat akan bergotong royong membangun jalan cor blok sepanjang 500 meter, talud senderan 70 meter, serta menggelar berbagai penyuluhan mulai dari bela negara, kesehatan, hingga bahaya narkoba. Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses warga, mendorong perekonomian desa, sekaligus memperkuat semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. 💪 Bagaimana pendapatmu tentang program TMMD untuk pembangunan desa? Tulis di kolom komentar! 👇 #Magelang #TMMD #tniindonesia🇮🇩 ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar