Bazaar Buku dan Pameran Arsip Magelang Ramai Diserbu Pengunjung

Dilihat 3033 kali

BERITAMAGELANG.ID - Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang menggelar Pameran Perpustakaan, Arsip dan Bazar Buku di halaman Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Magelang, Kamis (26/07). 

Pameran Perpustakaan, Arsip dan Bazar Buku yang bertemakan 'Puspa Lentera Bangsa' ini dibuka oleh  Bupati Magelang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Magelang, yang juga Plt. Kepala Perpusda Magelang, Endra Endah Wacana.

"Hari ini kita menyelenggarakan Pameran Perpustakaan, Arsip dan Bazar buku dengan tujuan untuk meningkatkan  kesadaran akan pentingnya informasi. Membangun kesadaran kita, untuk memelihara, untuk menyelamatkan, dan untuk memanfaatkan informasi yang dimuat dalam karya pustaka dan arsip," demikian disampaikan Bupati Magelang dalam sambutannya yang dibacakan Endra Wacana.

Dengan adanya pameran ini, lanjut Endra, diharapkan bisa mengundang minat masyarakat untuk datang dan menggemari baca buku. Apalagi dengan adanya Gedung Perpusda yang baru.

"Meskipun Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang ini telah berdiri dengan megah, tetapi juga diharapkan dapat berisi dan mampu menumbuhkan minat baca dan daya baca masyarakat," lanjutnya.



Pemukulan gong oleh Plt. Kepala Dispuspa, Endra Wacana menandai pembukaan Pameran Perpustakaan, Arsip dan Bazaar Buku Magelang, Kamis (26/07)

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi yang juga hadir dalam Pembukaan Pameran Perpustakaan, Arsip dan Bazar Buku mengungkapkan minat baca bangsa Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara-negara lain.

"Kalau kita itu tertinggal dalam minat baca, otomatis berpengaruh juga di dalam kehidupan dan kemajuan bangsa. Berpengaruh otomatis itu karena kita tidak bisa bersaing dengan negara-negara yang lainnya," bebernya. 

Masrofi juga menjelaskan tentang pentingnya arsip bagi suatu bangsa. Menurutnya, arsip merupakan bukti akan adanya suatu peradaban.

"Kita kadang terlupa arsip ini sebetulnya adalah bukti peradaban suatu bangsa. Arsip itu memori kolektif yang dapat menjadi acuan, bukti kesejahteraan, bukti adanya suatu peradaban," tutupnya.

Pameran Perpustakaan, Arsip, dan Bazar Buku ini menghadirkan 50 stand diantaranya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, stand Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang, stand Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang, Stand Museum BPK Republik Indonesia, stand Museum Pers Nasional, serta beberapa stand lainnya seperti penerbit buku, juga multiproduk, dan kuliner.

Pameran Perpustakaan, Arsip dan Bazar Buku juga dimeriahkan serangkaian acara lainnya, yakni lomba mewarnai, pentas kesenian pelajar, parade band, kesenian tradisional, pentas rebana, pembacaan dongeng, serta unjuk karya literasi bagi masyarakat Kabupaten Magelang.

Pameran diselenggarakan selama lima hari pada 26 hingga 30 Juli mendatang di Gedung Perpusda Magelang, Muntilan, Jawa Tengah.

Rangkaian acara pembukaan pameran ini diakhiri dengan pengguntingan pita dan peninjauan stand pameran oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Magelang didampingi jajaran Forkopimda, Kepala Dispuspa Jawa Tengah, dan Ketua Dewan Pendidikan.


Editor Fany Rachma

1 Komentar

islah 27 Juli 2018 14:02
smpe tgl brp bazar buku ny

Tambahkan Komentar