Berburu Mentari Pagi di Puncak Gunung Kukusan

Dilihat 3525 kali
Wisatawan Puncak Gunung Kukusan di Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.


BERITAMAGELANG.ID-Sejuta pesona unik tersimpan di Puncak Gunung Kukusan di Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Salah satunya pemandangan empat gunung yakni Merapi Merbabu, Sindoro dan Gunung Sumbing.

Sejak di buka pertengahan tahun 2017 kemarin obyek wisata alam Gunung Kukusan terbilang unik, karena memiliki dua puncak yakni Puncak Kendeng  dan Puncak Dempok. Kedua puncak setinggi 1200 meter diatas permukaan laut ini berbatasan langsung dengan wisata perkebunan teh di Desa Nglinggo, Kulonprogo, DIY.

Untuk menuju ke sana bisa ditempuh melalui Jogjakarta maupun Magelang. Para wisatawan bermobil maupun sepeda motor biasanya memilih jalur Yogyakarta karena lebih mudah sampai di puncak Kukusan. Sementara bagi yang menyukai tantangan olah raga tracking (berjalan kaki) bisa melalui Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Rute tracking dari Dusun Wonokerto cukup menantang sekitar 30 menit  hingga 1 jam berjalan kaki . Jalur khusus setapak itu sebagian sudah permanen.  "Tak perlu khawatir, ada keramahan warga, hutan perkebunan cengkeh dan rumpun bambu menemeni sepanjang perjalanan," kata Choiroden salah satu penggerak Kelompok Sadar Wisata Ngargoretno.

Bulan Juni hingga Agustus di musim kemarau menjadi waktu yang pas untuk berburu matahari terbit dari puncak gunung Kukusan. Dibulan itu cuaca bersahabat kabut tipis menghadiahkan langit cerah setiap paginya. "Gunung yang berada di perbatasan tiga kabupaten Purworejo, Magelang, dan Kulonprogo ini menyimpan pemandangan matahari terbit yang menawan", tambah Choiroden.

Di atas puncak tersedia lokasi Camping Ground jika wisatawan ingin berkemah dan sejumlah bangunan tempat berteduh. Menjelang pagi udara dingin akan berangsur sejuk. Kemudian dalam beberapa menit berubah hangat bersama munculnya sinar kemerahan sang mentari pagi.

Namun tidak hanya pagi, siang hari Puncak Kukusan juga selalu ramai dikunjungi wisatawan. Yang menjadi idola para wisatawan adalah  keberadaan area swafoto dari ketinggian. Kesan berada diatas gugusan awan nan indah berlatar lembah dan hijau kawasan lerengnya. Hanya di sini pula disungguhkan eksotika penampakan susunan asli bebatuan alam batu marmer merah yang hanya ada 2 tempat di dunia, yakni salaman Indonesia dan Italia.

Tiket  masuk cukup terjangkau hanya Rp 2000 saja per orang untuk kemanan dan dana kas desa. Murah dan indah. "Saat libur lebaran tak kurang dari 1500 wisatawan setiap hari di puncak Kukusan," pungkas Choeruden.

Meski cukup mudah untuk menapaki Gunung Kukusan tetapi keindahan alamnya tetap tidak tersaingi. Moment itu yang menjadi buruan para wisatawan. Tak salah jika Gunung Kukusan menjadi agenda tujuan destinasi wisata anda selanjutnya.

 

Editor Agus Munasir

0 Komentar

Tambahkan Komentar